Semangat pagi hari akan menentukan mood-mu seharian loh. Sayangnya, banyak pekerjaan yang dimulai pada waktu bersamaan yang membuat kita jarang bisa bersantai dan menikmati pagi hari. Terutama untuk para ibu nih, agar pagimu lebih semangat dan nggak rempong, coba deh tips anti repot di pagi hari untuk para ibu!

Tips Anti Repot Di Pagi Hari

Meski sering dianggap remeh, sentuhan tangan ibu memiliki pengaruh besar. Sejak membuka mata, daftar pekerjaan sudah menanti, sehingga para ibu sering merasa repot di pagi hari. Mulai dari memasak, bersih-bersih, cuci baju, cuci piring dan masih baaaaanyak lagi. Jika disebutkan secara detail, rasanya tidak cukup tertulis dalam satu lembar kertas. Kalau begitu, para ibu butuh tips anti repot nih:) .

Deretan pekerjaan dalam satu waktu menyebabkan drama di pagi hari. Belum belanja, suami mau berangkat kerja, anak rewel, rumah berantakan. Rasanya, ingin teriak, aaaaaaaaa….!!! Tenang ya, Mak.  Tarik nafas, hembuskan pelan-pelan. Tenangkan diri dan fokus pada solusi. Agar ibu tidak repot, semuanya perlu disiasati.

Sebagai seorang ibu yang bergelar Mamak muda, penulis juga sama. Sering merasa repot di pagi hari. Segudang pekerjaan dan dua anak balita, cukup menguras tenaga. Emosi? Gak perlu ditanya, kebayang kan? Kalau pembaca adalah emak-emak, pasti tahu?. Tapi, itu semua dulu. Iya, dulu. Sekarang sudah gak repot lagi.

Setelah berfikir sejenak, penulis mulai mencari cara. Fokus terhadap solusi supaya gak ada drama setiap pagi. Nah, kali ini penulis ingin berbagi tips anti repot di pagi hari. Semenjak melakukan hal ini, gak ada lagi drama di pagi hari. Pagi-pagi sudah bisa duduk manis, sarapan bersama anak dan suami. Ingin tahu rahasianya? Chek it out.

Berbagi Tugas Dengan Anggota Keluarga.

Kesibukan ibu yang memiliki anak bayi maupun balita tentulah berbeda. Perhatian khusus pada bayi dan balita cukup menyita waktu. Oleh karena itu, ibu bisa berbagi tugas dengan pasangan. Seperti contoh di pagi hari, ayah bisa bermain dengan si kecil sebelum berangkat kerja. Sedangkan ibu bisa menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Bekerja sama dapat mengurangi beban dan tidak merasa repot sendiri.

 

Bagi yang memiliki beberapa anak, ibu juga bisa berbagi tugas. Selain meringankan beban, hal itu bermanfaat untuk kemandirian. Ibu bisa meminta bantuan kakak pertama untuk menjaga adik. Jika usia anak sudah memungkinkan, ajarkan juga kemandirian sejak dini. Biasakan anak makan sendiri, membersihkan makanan yang jatuh di lantai dan merapikan mainan.

Dengan begitu, daftar pekerjaan ibu bisa berkurang.

Berbelanja Keperluan Dapur Untuk Beberapa Hari Ke Depan.

Mengamankan kondisi dapur adalah tips anti repot paling ampuh. Berdasarkan pengalaman penulis, memasak di pagi hari bisa menyita waktu. Untuk memangkas waktu, penulis menyiasatinya dengan membuat perencanaan.

Menu masakan direncanakan untuk beberapa hari ke depan. Setelah itu belilah sayuran, bahan lauk pauk dan bumbu yang diperlukan.

 

5 Cara Menghemat Pengeluaran Uang Belanja Bulanan

Selesai belanja, bersihkan sayuran dan bahan lauk pauk. Siapkan semua bumbu yang diperlukan. Misalnya: kupas bawang merah, bawang putih dan cabai. Simpan dalam kulkas menggunakan tempat kedap udara dan alasi tisu di bawahnya. Hal yang sama juga bisa dilakukan untuk

Stok di kulkas aman dan sudah disiapkan. Jika ingin memasak, tinggal cemplung dan oseng-oseng deh. Kalau sudah begitu, dijamin anti repot.

Hindari Tumpukan Cucian Piring

Tak sedikit orang yang menghindari aktivitas di malam hari. Termasuk mencuci piring. Alih-alih sudah malam dan ingin istirahat, pekerjaan sering ditunda. Tunda menunda inilah yang jadi bikin repot. Apalagi kalau anggota keluarga banyak, kebayang ‘kan piring dan gelas kotornya berapa.

Kalau semua pekerjaan dikerjakan dalam satu waktu, jelas repot. Maka dari itu, biasakan piring langsung dicuci setelah makan. Habis masak, perlengkapan dapur yang kotor langsung bersihkan. Berkurang deh daftar pekerjaannya. Nggak ada tumpukan piring kotor di pagi hari.

Cari Waktu Yang Tepat Untuk Selesaikan Tumpukan Baju Kotor

Berbicara waktu yang tepat, tentu saja disesuaikan kondisi. Karena setiap orang punya kondisi berbeda-beda. Jika anak masih bayi, bisa menunggu anak tidur dahulu untuk mencuci. Apabila anak sudah balita, bisa diajak cuci baju loh:).

Pengalaman penulis, balita dan anak usia dini itu senang di ajak main air. Ibu bisa mencuci dan biarkan anak ikut bermain air. Bisa juga sediakan bak besar dan mainan. Dijamin anteng deh. Ibu bisa fokus menyelesaikan cucian, anakpun terpantau.

Seperti orang yang pergi ke medan tempur, apa yang terjadi jika tidak punya strategi? Bagaimana bisa berperang jika tidak punya persiapan. Begitulah kondisi ibu di pagi hari. Agar berjalan rapi dan teratur, semua perlu disiasati. Jika memasak tinggal cemplung dan oseng, cucian piring beres, yang tersisa adalah bersih-bersih.

Tidak perlu waktu lama untuk bersih-bersih, menyapu dan mengepel jika yang lain sudah diselesaikan. Kerjaan beres, ibu jauh dari stres. Rumah rapi, ibu pun happy. Kalau sudah begitu, pagimu akan lebih bersemangat dan nggak bikin bad mood.