Ingin melaksanakan aqiqah tapi belum cukup biaya? Bolehkah untuk menunda aqiqah? Bisakah aqiqah dilakukan saat usia dewasa? Simak penjelasannya di bawah ini!

Pengertian Aqiqah

Aqiqah merupakan menyembelih hewan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas anugerah anak atau bayi yang lahir. Aqiqah adalah salah satu ibadah sunnah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika mengaqiqahkan cucunya, Hasan dan Husain bin Ali.

Syarat Aqiqah

Syarat dan ketentuan melaksanakan aqiqah adalah:

Cukup Umur

Ketentuan umur hewan Aqiqah sama dengan hewan qurban, yaitu kambing minimal berusia 1 tahun dan domba minimal 6 bulan

Bebas Dari Cacat

Hewan Aqiqah harus bebas dari cacat, sama juga dengan syarat hewan qurban. Empat macam cacat yang tidak dibolehkan:

  1. Buta, meskipun hanya sebelah
  2. Sakit
  3. Pincang
  4. Sangat kurus sampai tidak punya sumsum tulang.

Kambing atau domba baik jantan ataupun betina diperboleh untuk Aqiqah selama syarat dan ketentuannya terpenuhi. Namun lebih afdhal (utama) kambing atau domba jantan, karena biasanya lebih gemuk.

Kambing aqiqah untuk laki-laki ialah dua ekor (usahakan besar kambing sama/tidak beda jauh), dan untuk anak perempuan ialah satu ekor.



 

Kapan Waktu Terbaik Melaksanakan Aqiqah?

Aqiqah baiknya dilaksanakan pada hari ke-7 setelah kelahiran bayi, jika hari ke-7 sudah lewat, maka hari ke-14 ataupun hari ke-21

Hukum Aqiqah Setelah Dewasa

Mazhab Imam Syafi’i berpendapat bahwa akikah masih jadi tanggung jawab orang tua sampai anak aqil baligh. Saat mencapai usia dewasa, akikah menjadi gugur. Meski begitu, si anak boleh untuk mengakikahi diri sendiri.

Pendapat mazhab Syafi’i tersebut, dijelaskan oleh Imam Nawawi Banten dalam kitab Tausyih Ala Fathil Qaribil Mujib: Jika bayi wafat sebelum hari ketujuh, maka hukum kesunahan akikah tidaklah gugur. Kesunahan akikah pula tidak luput hanya karena tertunda hingga hari ketujuh berlalu. Apabila penyembelihan akikah tertunda sampai si anak baligh (dewasa), maka hukum sunahnya gugur untuk si orang tua.

Doa Menyembelih Aqiqah Lengkap Dengan Penjelasannya

Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunah

Berikut tata cara pelaksanaan aqiqah:

  • Mengucap Basmallah sebelum menyembelih hewan aqiqah
  • Membaca sholawat untuk Nabi Muhammad SAW
  • Disembelih oleh orang yang paham aqiqah dalam islam
  • Daging aqiqah dapat dibagi tiga: untuk dimakan sendiri, disedekahkan pada fakir miskin, dan dihadiahkan ke tetangga, kerabat, atau sanak saudara.
  • Sunnah memasak daging aqiqah terlebih dahulu, baru kemudian dibagikan.
  • Mencukur Rambut serta Memberi Nama Saat Aqiqah
  • Mendoakan Bayi Saat Aqiqah

Ucapan Doa Aqiqah Yang Dicontohkan Ulama Sesuai Anjuran Nabi

Perbedaan Aqiqah Dan Qurban

Aqiqah dan kurban memang sama-sama menyembelih hewan, akan tetapi keduanya memiliki perbedaan, yaitu:

Tujuan

Tujuan aqiqah adalah sebagai penebus atas kelahiran bayi, adapun kurban dilakukan sebagai sunnah untuk memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim AS.

Wujud Daging Yang Di Berikan

Daging aqiqah dibagikan dalam keadaan matang atau sudah dimasak, sedangkan daging qurban dalam keadaan mentah.

Waktu Pelaksanaan

Aqiqah dilaksanakan pada hari ke-7, atau ke-14, atau ke-21 setelah bayi dilahirkan, sedangkan qurban dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah tanggal 10, 11, 12, dan 13.

Jenis Hewan

Hewan yang boleh disembelih untuk qurban adalah hewan ternak berkaki empat yang halal seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan unta. Adapun hewan yang boleh disembelih untuk aqiqah adalah kambing atau domba.

Jumlah Pelaksanaan

Aqiqah dilakukan sekali seumur hidup, sedangkan qurban boleh dilakukan lebih dari satu kali atau bahkan setiap tahun.

Jumlah Hewan

Aqiqah memiliki aturan satu ekor kambing untuk bayi perempuan dan dua ekor kambing untuk  seorang bayi laki-laki. Adapun qurban 1 ekor kambing bisa untuk diri sendiri, atau sekeluarga. Apabila yang disembelih hewan besar, seperti sapi, unta, ataupun kerbau, maka qurban bsa diatas namakan oleh 7 orang.

Jika memiliki rezeki berlebih, puluhan kambing atas nama satu orang pun tidak masalah. Karena tidak ada batasan maksimal dalam jumlah qurban.

Upah Penyembelih

Penyembelih hewan qurban tidak diperkenankan meminta upah, sedangkan penyembelih hewan aqiqah diperbolehkan meminta dan menerima upah atas apa yang ia kerjakan.

 




 

Keutamaan Melakukan Aqiqah

Ada beberapa keutamaan dan manfaat menunaikan aqiqah, diantaranya:

Mendapatkan Pahala

Aqiqah merupakan ibadah yang dicontohkan oleh Rasulullah, tentunya akan mendapatkan pahala bagi yang mengikuti. Selain itu, aqiqah juga merupakan bentuk syukur seorang hamba atas kebahagiaan berupa kelahiran seorang bayi.

Menghilangkan Penyakit dan Kotoran pada Bayi

Prosesi aqiqah juga umumnya dibarengi dengan mencukur rambut bayi. Dengan mencukur rambut bayi,  maka akan menghilangkan kotoran yang berasal dari plasenta  dalam rahim. Apabila tidak dibersihkan, maka berpotensi menyebabkan penyakit.

Mendoakan Kebaikan Bagi Bayi

Saat pelaksanaan aqiqah tentunya orang-orang akan mendoakan kebaikan untuk si bayi yang insyaallah bermanfaat untuk kehidupannya kelak.

Mempererat Ukhuwah

Hidangan aqiqah yang dibagikan dapat meningkatkan hubungan persaudaraan. Rasa kasih sayang dan solidaritas akan semakin kuat pada sesama muslim.

Demikian penjelasan seputar aqiqah, semoga bermanfaat!