Prancis sedang menjadi sorotan dunia. Isu makna kebebasan bagi Prancis  dikaitkan dengan kebebasan berkarya termasuk pembuatan karikatur Nabi Muhammad, benarkah begitu?

nilai-kebebasan-prancis

Penyebab Prancis Menjadi Sorotan Dunia

Bulan Oktober adalah awal permasalahan memanasnya publik. Prancis menjadi sorotan diberbagai belahan dunia. Menurut berita yang beredar, Macron melegalkan karikatur Nabi Muhammad. Pernyataan tersebut melukai hati umat muslim, karena kecintaan terhadap Rasulullah.

Dilansir dari CNBC Indonesia, melalui channel YouTube-nya menjelaskan 4 poin yang membuat kemarahan umat muslim:

1. Islam adalah agama yang sedang krisis di seluruh dunia.

2. Rencana Undang-Undang melawan separatisme islam. Ada   upaya memisahkan sejumlah umat muslim di Prancis dari   persatuan negara.

3. Mengizinkan majalah satire Charlie Hebbo menerbitkan ulang karikatur Nabi  Muhammad

4. Membela guru di Prancis yang dipenggal. Guru tersebut menunjukkan karikatur Nabi Muhammad.

Dengan kecanggihan teknologi, pemberitaan tersebar secara cepat. Begitu pula reaksinya, banyak orang yang menggebu-gebu karena merasa tersinggung. 

Pemberitaan Di Media Prancis

Lain dengan media pemberitaan di Prancis, negara asal yang dianggap membuat pernyataan kontroversial. Media pemberitaan  Prancis menyatakan:

1. Karikatur nabi itu bukan presiden yang buat dan tampilkan, melainkan keluaran  Charlie Hebdo. Sebuah majalah yang memang suka membuat karikatur satir/sindiran, bukan cuma karikatur Nabi Muhammad, tetapi juga Bunda Maria dan Yesus.

Charlie Hebdo merupakan sebuah kantor majalah yang memang dikenal kontroversi. Kantor ini sudah sering membuat karikatur atau sindirian sarkas dengan isu sensitif. Beberapa kali ia membuat karikatur Nabi Muhammad, yang memancing reaksi dari umat muslim terlebih para ekstrimist.

Charlie Hebdo sendiri tahun 2016 pernah didatangi oleh 2 teroris.  Mereka  menembak semua pegawainya saat jam kerja. Saat itu ada belasan korban jiwa. Peristiwa ini sangat menegangkan.  Kemudian dilanjut dengan teror bom di masa lampau yang membuat Prancis jadi zona merah di Europe.

   2. Seorang guru SMP di pinggiran Paris (suburbs) bernama Emanuel Paty, sedang membahas tentang kebebasan media / freedom of speech. Jika di Indonesia, ini sama dengan pembelajarn PKN.  Sebelum memulai kelas, ia sudah menyampaikan bahwa murid muslim mungkin akan tidak nyaman dengan konten diskusi. 

   Patty pun mempersilakan jika ada yang ingin keluar kelas. Peringatan Patty sebelumnya, secara tidak langsung menyatakan bahwa jika berada di dalam kelas, harus siap mendengar perbedaan pendapat tanpa menghakimi apalagi bertindak kekerasan.

   Di Prancis, ruang diskusi terbuka lebar untuk para siswa di ranah publik,  termasuk pendidikan. Karena prancis itu sekuler (memisahkan agama dan pemerintahan), jadi pembahasan mengenai karikatur nabi muhammad yang ditampilkan berarti masuk ke ranah publik. 

    Guru SMP tersebut menjalankan tugas tentang code civil dan hak berpendapat. Prancis memang sekuler sejak lama, sejak revolusi.  Mereka punya sejarah panjang kesewenangan gereja ketika berpadu dengan pemerintahan. Oleh karena itu, di sekolah publik tidak ada simbol atau pelajaran agama. Agama adalah hal privat, bukan untuk ruang publik. Contoh yang digunakan adalah berdasarkan ‘nilai republikan Prancis’, jadi  karikatur Charlie Hebdo hanya sebagai contoh dari sejauh mana pers bisa berpendapat. 

    Setelah kejadian itu, datanglah wali murid yang menyatakan keberatan ke kepala sekolah. Wali murid menyampaikan mengapa harus mengambil contoh karikatur nabi muhammad? Lalu diadakan dialog antara pihak orang tua dan sekolah. Wali murid Juga membuat tuntutan via jalur hukum dan akhirnya terbentuklah komunitas orang tua yang sependapat tentang ‘seharusnya tidak ada karikatur nabi muhammad, itu adalah pelecehan’.

    Setelah pulang mengajar, si pelaku teroris bertanya kepada salah seorang murid, mana guru yang bernama Samuel Paty. Sesaat setelah diberitahu, Samuel Paty digorok dan itu masih di llingkungan deket sekolah. Tak berselang lama, polisi datang dan menembak mati si pelaku.

    Setelah diusut, pelaku adalah refugee. Ia baru saja mendapat status warga negara prancis di awal tahun 2020. Pelaku yang belakangan diketahuai refugee itu datang untuk mencari suaka. Kakak tiri si pelaku sudah hijrah ke Syria untuk jadi simpatisan ISIS. Ia dan keluarganya memang terafiliasi dengan kelompok simpatisan ISIS di Syria.

    Macron sebagai presiden, berbelasungkawa dan menyesalkan tindakan kekerasan yang merenggut pengajar. Dia menegaskan nilai nilai republik, dan berkata bahwa yang dilakukan Samuel Paty adalah bentuk pengajaran terhadap kebebasan Pers. Dan dari sinilah berawal gegernya pemberitaan yang menganggap Macron melegalkan karikatur nabi. Naasnya, pernyataan Macron akhirnya dijadikan alasan bahwa ia mendukung penghinaan nabi .

  Selain itu, Mentri Luar Negeri Prancis sudah membuat pernyataan ‘akan butuh bergandengan tangan dengan sesama muslim untuk membasmi terorisme. Yang perlu digaris bawahi, musuhnya adalah terorisme bukan orang islam. 

 

   3. Projeksi karikatur nabi itu bukan di Kantor Pemerintahan Prancis seperti gambar di atas. Gedung pemerintahan Prancis itu megah, bukan bangunan polos seperti yang ditampilkan di media. Seorang WNI muslim yang tinggal di Prancis ingin memastikan dan mencari tahu.  Hasilnya, gambar itu adalah hotel di Montpellier/Toulouse daerah selatan Prancis. Yang ditampilkan bukan cuma karikatur nabi, tapi juga ya semua karikatur buatan si Charlie Hebdo, termasuk karikatur Bunda Maria juga dll. 

   Tampilan karikatur itu ditujukan bukan untuk menghina umat islam. Melainkan dalam rangka berkabung atas meninggalnya Samuel Paty yang digorok ektrimis islam. Sekaligus ingin menyampaikan pesan ke generasi muda Prancis agar tidak terlalu fanatik terhadap agama. Sekali lagi, pesan disampaikan untuk pemuda Prancis.  Dimana Prancis adalah negara sekuler yang mana persoalan agama terpisah dengan negara.

  Alasan Macron Tidak Memberikan Pernyataan Maaf Kepada Umat Muslim 

   Kronologi yang diceritakan di atas, tentu tidak sedetail informasi yang sudah beredar. Pernyataan Macron yang menjadi pemberitaan adalah kebebasan berkarya termasuk memperbolehkan karikatur nabi. Pemberitaan ini jelas menyulut emosi umat Islam. Yang perlu ditelaah adalah, dari mana pemberitaan itu berasal? Dengan mengetahui kronologi secara detail, akankah keharmonisan umat beragama masih terganggu? Jawabannya tentu saja bisa berbeda-beda. Itulah mengapa memaksakan kehendak terhadap pendapat sering berbuah pada kehancuran. 

    Tuntutan permintaan maaf dan boikot produk Prancis sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Meski begitu, Macron tidak secara langsung menyebutkan kata maaf, melainkan klarifikasi. Penyebab Macron tidak meminta maaf dan merasa bersalah karena:

   1. Apa yang dilakukan Charlie Hebdo tidak melanggar hukum maupun Undang-Undang Prancis. Macron pun berdiri di bawah nilai repubik, jadi  tidak ada dampak pidana.

   2.Macron dianggap tidak berpihak pada umat islam, sedangkan dibawah pemerintahannya telah banyak memberi suaka ke refugee islam. Pada dasarnya Macron hanya ingin membuat pernyataan bahwa kekerasan itu bukanlah jalan tepat untuk merespon Charlie Hebdo.

  3. Sumbu pendek dan memang ekstrimist, yang merasa ‘membela’ akhirnya membuat seruan boikot produk Prancis. 

  Jika memang harus memboikot produk Prancis, pertimbangannya adalah para pekerja yang membuat produk- produk Prancis itu mayoritas muslim. Buruh-buruh pabrik di Prancis diantaranya, imigran muslim dari Nigeria, Guinea, Tunisia, Maroko, dll.

Baca Juga : Boikot Produk Prancis Karena Marah, Kenali Jenis Kemarahanmu!

   Mungkin akan membingungkan soal nilai republik Prancis, karena kita bukan orang Prancis.  Bagi mereka, nilai-nilai itu sudah mengakar sedemikian rupa. Jika diumpamakan,  sama seperti Indonesia yang dari dulu cita-citanya adalah menjaga kebhinnekaan. Adapun nilai-nilai republik Prancis ada 3, Liberte (kebebasan), Egalite (kesetaraan) dan Fraternite (Brotherhood/Familyhood). 

    Dari suatu masalah memang bisa menimbulkan berbagai persepsi. Namun yg perlu kita renungkan, permasalahan itu pasti ada penyebabnya. Jika ditelaah, boikot adalah aksi dari kekecewaan. Kecewa karena pernyataan presiden. Pernyataan presiden itu seperti apa? Menurut berita yang tersebar memang terkesan tidak menghormati agama islam. Dari banyaknya pemberitaan yg beredar, ada pula video mengenai Macron yang angkat berbicara mengenai permasalahan ini, silakan cek di sini.

B

    Mengenai kekisruhan yang terjadi, mari kita tanyakan pada diri masing-masing. Apakah kita sudah mendapat informasi yg akurat? Sebelum bertindak, sudahkah kita menastikan tindakan kita sesuai dengan sebabnya?

  . Karena sejatinya, agama apapun selalu mengajarkan kebaikan. Faktanya siapapun bisa melabeli dirinya dengan suatu agama.  Identitas dari agama itu sendiri harusnya diperlihatkan dengan hal nyata, termasuk perilaku. Akankah islam yang penuh kedamaian bertindak ekstreem? Apakah baginda nabi sebagai panutan memberi contoh seperti itu? 

Sumber:

– -https://rmx.news/article/article/video-charlie-hebdo-cartoons-of-muhammad-projected-onto-french-hotels-in-memory-of-decapitated-teacher-samual-paty

  • -https://actu.fr/occitanie/souillac_46309/lot-a-souillac-carole-delga-explique-la-projection-des-caricatures-de-mahomet-sur-les-hotels-de-region_36952585.html (dalam bahasa prancis namun bisa pakai google translate untuk paham isinya)

ht-https://www.instagram.com/p/CHJsFbrlCYH/?igshid=1aplritbsm1eo