Pemerintah menggaungkan program pendidikan karakter di sekolah. Lalu bagaimana pendidikan karakter di rumah?

Pendidikan karakter, baik di rumah ataupun sekolah harus berkesinambungan. Oleh karena itu, guru dan orang tua harus menjalin komunikasi dan bekerja sama untuk menciptakan generasi yang bukan hanya pintar, tetapi juga berkarakter.

Apa itu pendidikan karakter?

Menurut T. Ramli, pengertian pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengedepankan esensi dan makna terhadap moral dan akhlak sehingga hal tersebut akan mampu membentuk pribadi peserta didik yang baik.

Mendidik anak menjadi pintar bukanlah hal yang sulit. Karena di era digital, semua informasi dan pengetahuan dapat diakses dengan mudah. Lain halnya menghasilkan generasi yang berkarakter, itu adalah sebuah tantangan. Tetapi bukan tidak mungkin, karena sudah ada beberapa contoh dari para tokoh dan public figure yang berhasil mendidik anak menjadi pribadi yang berkarakter.

Baca juga : Pendidikan Karakter Di Sekolah

Tips menguatkan pendidikan karakter dari rumah

Dalam mendidik anak, dibutuhkan target yang jelas dan juga konsisten. Untuk mempermudah alur dalam proses mendidik, baiknya perhatikan hal-hal berikut:

Membuat kurikulum sederhana

Sebuah lembaga ataupun sekolah bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas karena memiliki standar pencapaian yang jelas. Untuk mempermudah dalam prosesnya, ayah bunda bisa menyusun kurikulum sederhana yang akan diterapkan.

Contoh sederhana, jika ingin memiliki anak sholeh, maka orang tua harus secara detail menyiapkan apa saja yang perlu dilakukan agar anak menjadi sholeh. Jika ingin memiliki anak yang berkarakter dan memiliki nilai moral yang tinggi, ayah bunda perlu menentukan nilai karakter apa saja yang diharapkan pada anak dan bagaimana cara mengajarkan serta melatih karakter tersebut agar tumbuh dalam diri anak.

Agar lebih terarah, berikut komponen kurrikulum yang disampaikan Soemanto (1982)

  • Objective (tujuan)
  • Knowledges (isi atau materi)
  • School learning experiences (interaksi belajar mengajar di sekolah
  • Evaluation (penilaian).
Pelaksanaan kurikulum

Kunci dari pelaksanaan adalah disiplin. Saat orang tua mendisiplinkan diri dalam pendidikan karakter anak, maka akan lebih mudah menjalankan kurrikulum yang sudah dibuat. Adapun hal-hal yang bisa dilakukan dalam upaya pendidikan karakter di rumah adalah dengan:

  • Membacakan cerita

Agar tidak terkesan banyak aturan dan menggurui, ayah bunda dapat menyampaikan nilai-nilai moral melalui sebuah cerita. Tidak hanya fokus pada isi cerita, tetapi juga menyampaikan pesan yang tersirat dengan bahasa sederhana sesuai pemahaman anak.

Belajar apa yang baik dilakukan dan tidak boleh dilakukan melalui alur cerita dan pengalaman dari tokoh yang ada dalam cerita.

  • Bentuk dari kebiasaan

Untuk beberapa karakter, seperti kemandirian,  sopan santun, displin dan sejenisnya dapat dilakukan melalui metode pembiasaan. Menerapkan pembiasaan adalah cara yang paling ampuh untuk membentuk karakter seorang anak.

  • Ambil dari contoh nyata

Tujuan dari pendidikan karakter adalah ketika anak tahu dan mampu bersikap yang sesuai. Oleh karena itu kejadian spontanitas bisa jadi pembelajaran berharga maupun tolak ukur pencapaian pendidikan karakter.

Seperti contoh saat anak bermain bersama teman-temannya namun salah seorang anak terjatuh. Ajak dan motivasi anak untuk membantu teman yang sedang kesulitan. Ajak anak berdiskusi mengenai perasaanya setelah menolong dan apa yang terjadi jika yang terjatuh adalah dirinya.

Memberikan pertanyaan pada anak akan merangsang pemahaman dan pola pikirnya. Melalui pertanyaan juga rasa empati anak akan tumbuh.

Apapun dan bagaimanapun mengenai kurrikulum yang dibuat untuk pendidikan karakter dari rumah, yang terpenting adalah pelaksanaannya. Berikan teladan yang baik mengenai karakter dan nilai-nilai moral pada anak. Karena sesuatu yang ia lihat, dengar, rasakan dan juga ia alami akan tertanam di alam bawah sadarnya.