Bagi kamu yang ingin tahu apa itu passive voice dan penggunaannya, yuk simak penjelasannya di sini!

Apa itu Passive Voice?

Secara sederhana, passive voice adalah bentuk kalimat pasif dalam bahasa Inggris. Kalimat pasif ialah kalimat yang lebih menekankan objek (sasaran) dari kata kerja dari pada subjek (pelaku). Adapun active voice (kalimat aktif) ialah lebih menekankan subjek (pelaku) dari kata kerja.

Agar lebih mudah memahami, cobalah perhatikan contoh berikut:

  1. Toni mengendarai motor. [kalimat aktif]
  2. Motor dikendarai oleh Toni. [kalimat pasif]

Cara paling mudah membedakan kalimat aktif atau pasif adalah imbuhan dari kata kerjanya. Kalimat aktif menggunakan imbuhan me-, sedangkan kalimat pasif (passive voice) menggunakan imbuhan di- atau ter-.

Kedua contoh kalimat di atas, apabila diterjemahkan menjadi:

  1. Toni Rides a Motorcycle. [active voice]
  2. A motorcycle is ridden by Toni. [passive voice]

Cara Membuat Kalimat Passive Voice

Agar bisa membuat kalimat passive voice, harus menggunakan verb transitive atau verb yang membutuhkan object. Sebab, object-nya akan dijadikan subject  di passive voice. Berikut contoh verb transitive:

Give (Memberi), kata kerja ‘memberi’ membutuhkan objek. Contoh, apabila ada kalimat: I give (Saya memberi), kalimat ini masih menimbulkan pertanyaan. Memberi apa? Pada siapa? Oleh sebab itu, ‘give’ termasuk  kata kerja transitif (membutuhkan objek).

Penggunaan kalimat yang tepat adalah:

I give the flowers to my girl friend (Active Voice)

Saya memberi bunga pada kekasih saya

The flowers is given to my girl friend by me (Passive Voice)

Bunga itu diberikan ke kekasih saya oleh saya.

Rumus Passive Voice

Sebelum membahas rumus passive voice, akan lebih mudah pahami terlebih dulu rumus active voice yang menggunakan verb transitive:

Subject [pelaku] + Verb + Object.

Saat diubah kedalam bentuk passive voice, maka object dipindah menjadi subject. Adapun subject yang sebelumnya dipindahkan ke belakang menjadi “by agent”.

Subject [sasaran] + To BE + V3 + (by agent).

Ciri khas dari passive voice adalah pola verbnya, yaitu menggunakan To BE + V3. Perlu diingat, bahwa bentuk To Be menyesuaikan verb utama dalam active voice. Jika dalam bentuk active voice menggunakan past tense, maka saat diubah menjadi paassive voice, kalimat harus mengikuti pola past tense.

Jika dalam bentuk active voice menggunakan continous atau future tense, maka saat diubah menjadi paassive voice, kalimat harus mengikuti polanya. Dan begitu seterusnya, contoh :

 

  • Marcel  bought  a new car.                                  (Past Tense menggunakan V2)
  • A new car  was  bought  by Marcel.

 

  • Chelsea  is eating  the candy.                               (Present Continous) Tense)
  • The Candy is being eaten  by Chelsea.

 

  • Ridho  will  visit   his mom.                                      (Simple Future Tense)
  • Mom  will   be  visited  by Ridho.

 

  • Karin  has  cooked   the rice.                                        (Present Perfect Tense)
  • The rice  has  been  cooked  by Karin.

 

Demikian penjelasan, contoh dan cara membuat kalimat Passive voice. Semoga artikel ini dapat membantu sobat Family Life Journey untuk lebih memahami tentang penggunaan passive voice.