Setelah memilih peralatan, penataan dan dekorasi untuk Montessori di rumah. Hal penting selanjutnya adalah konsisten terhadap penerapannya. Bagaimanakah penerapan Montessori di rumah?

Tips Penerapan Montesori Di Rumah

Montessori memiliki standar dan prosedur dalam penerapannya. Bagi kamu yang ingin fokus menerapkan Montessori di rumah, berikut hai-hal yang perlu diperhatikan:

Gunakan Real Object Dan Child Size

Untuk kegiatan anak, gunakan benda-benda di sekitar dengan ukuran yang lebih kecil. Misalkan gelas untuk teh, piring dan juga sendok kecil. Mengapa harus benda nyata? Karena itu yang akan dipergunakannya dalam kehidupan yang nyata pula. Adapun ukuran yang lebih kecil, untuk memudahkan anak dalam setiap proses kegiatan maupun aktivitas yang dilakukannya.

Gunakan Tray/Alas

Saat berkegiatan yang menggunakan air, biasakan untuk menggunakan tray/nampan atau tatakan yang tahan air untuk mengantisipasi kemungkinan air yang tumpah saat kegiatan. Jangan lupa gunakan celemek agar baju tidak mudah kotor dan basah.

Memberikan Presentasi Yang Singkat, Jelas Dan Sederhana

Gunakan work mat dan berfokuslah pada satu aktivitas. Perlambat gerakan dan ritme dalam berbicara saat presentasi atau mencontohkan kegiatan. Usahakan penyampaian singkat, jelas dan menggunakan bahasa yang sederhana. Dengan begitu anak akan lebih mudah mencerna apa yang disampaikan. Lakukan kontak mata dengan anak dan lihatlah material dengan seksama.

Pola Dalam Berkegiatan

Biasakan melakukan pergerakan dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan. Kebiasaan ini akan berguna untuk saat anak belajar menulis dan membaca.

Menjadi Fasilitator Dan Pengamat

Dalam montessori, orang tua atau pendidik hanya sebagai fasilitator dan pengamat. Biarkan anak melakukan kegiatannya sampai selesai. Bahkan jika anak melakukan kesalahan, usahakan untuk tetap diam dan biarkan anak menyelesaikan kegiatannya. Tunggu kesempatan berikutnya untuk presentasi ataupun menyampaikan hal yang perlu disampaikan.

Fokus Dan Teratur

Saat memberikan presentasi tentang menuang beras, lalu tercecer, berhentilah sejenak. Ambil beras yang tercecer, kembalikan ke gelas dan tetap lanjutkan kegiatan. Melalui kegiatan ini juga akan mengambil contoh secara nyata, tentang apa yang harus dilakukan saat ia melakukan kesalahan. Perbaiki, tetap fokus pada kegiatan dan teruskan secara teratur.

Berikan Anak Kebebasan Bereksplorasi

Saat tertarik pada satu hal dan anak terus mengulang-ngulangi berkali-kali, pedahal ada kegiatan lain yang harus dilakukan, bersabarlah. Berikan anak kebebasan melakukan kegiatan sebanyak yang ia mau sesuai pilihannya. Biarkan sampai ia betul-betul berhenti dengan sendirinya.

Gunakan Tempat Terbuka Dan Terjangkau

Seperti sudah dibahas sebelumnya dalam tips penataan dan dekorasi Montessori di rumah, bahwa aparatus dan mainan perlu diletakkan di tempat terbuka dan terjangkau. Lalu bagaimana jika sudah dilakukan, namun anak belum kunjung tertarik?

Bersabarlah dan tetap taruh tray yang sudah disiapkan untuk kegiatan di tempat terbuka. Meski tidak secara langsung, karena sering melihat, suatu hari anak pasti tertarik untuk mencobanya. Karena jika disimpan di tempat yang tidak terlihat, bagaimana anak berinisiatif mencoba? Usahakan tidak memberikan paksaan terhadap anak dan tetaplah bersikap atau merespon senetral mungkin.

Menghargai Setiap Proses

Buat anak merasa diterima apa adanya. Bukan karena hasil pencapaiannya, melainkan karena usaha dan proses yang ia lewati. Usahakan tidak memberikan pujian yang tidak membangun. “Mama lihat, kamu berusaha mengancing baju. Meski kesulitan, kamu tetap mencoba dan akhirnya berhasil.” Kalimat yang demikian akan lebih membangun dari pada memuji “Wah, anak mama pintar, bisa mengancing baju sendiri.”

Baca juga: Jenis Kalimat Pujian Yang Membangun

Mengajarkan Tanggung Jawab

Saat anak melakukan kesalahan, ajarkan ia bertanggung jawab. Jika ia menjatuhkan benda hingga pecah, ajari ia bertanggung jawab untuk membersihkannya dengan bantuan. Hindari memberi hukuman saat ia melakukan kesalahan. Hukuman hanya akan membuat jarak antara orang tua dan anak. Saat anak terbiasa berkomunikasi dan dilatih untuk berfikir, ia akan menyadari kesalahannya tanpa harus disadarkan dengan hukuman.

Menggunakan Sistem Rotasi

Biasanya anak memiliki ketertarikan pada suatu hal, baik berlangsung secara singkat maupun lama. Pada masa seperti ini, orang tua harus peka dan menyediakan kegiatan sesuai ketertarikan anak. Simpan aparatus, mainan atau peralatan yang sedang tidak digunakan.

Setidaknya seminggu sekali, orang tua dapat mengganti materi lama dengan materi baru. Lalu merotasi Montessori Shelves sesuai kebutuhan. Setelah kegiatan, biasakan untuk mengembalikan tray kegiatan  atau mainan ke tempatnya kembali.

Demikian tips penerapan Montessori di rumah. Selamat mencoba!

Sumber:

IndonesiaMontessori.com

Buku Kegiatan Montessori Di Rumah