Montessori di rumah harus memiliki penataan dan dekorasi yang sesuai. Coba gunakan tips berikut untuk mendekor ruangan.

Tips Menata Ruangan Untuk Montessori Di Rumah

Montessori di rumah ataupun di sekolah, tetap perlu memperhatikan berbagai aspek yang menjadi standar dalam metode Montessori. Setelah mempertimbangkan peralatan yang dibutuhkan, kamu juga perlu memikirkan penataan dan dekorasi yang sesuai. Usahakan peralatan yang dibutuhkan dapat terjangkau oleh anak. Berikut beberapa ruangan yang akan dibutuhkan dalam ber-montessori di rumah bersama si kecil.

Ruang Eksplorasi anak

Penataan Montessori di rumah yang pertama, sebaiknya menyediakan ruang eksplorasi. Agar anak tertarik bereksplorasi, buatlah penataan yang terlihat dan terjangkau anak. Dalam pendekatan Montessori, biasanya mainan/peralatan/benda-benda ditelakkan di rak yang rendah dan terbuka. Biasanya, kegitan dan mainan anak dirotasi setiap beberapa saat. Rotasi dilakukan sesuai ketertarikan anak.

Orang tua hanya sebagai fasilitator, pendidik yang bertugas mengamati, mengobservasi dan menyiapkan hal-hal serta topik yang disukai anak saat itu. Jika anak sedang tertarik area bahasa, maka yang dipajang adalah aparatus yang mendukung untuk perkembangan area bahasa. Sebaiknya sediakan satu ruangan khusus untuk menyimpan semua aparatus, mainan, dan kegiatan yang sedang tidak dipajang saat itu.

Ruang Membaca

Penataan Montessori di rumah yang kedua ialah sediakan suatu ruangan atau area khusus sebagai tempat anak untuk membaca. Sediakan buku-buku yang menarik baginya, bisa juga dengan merotasi seperti aparatus dan mainan lainnya. Jika anak sedang tertarik dengan tema tumbuhan, kamu bisa menata buku-buku yang membahas tentang tumbuhan. Untuk sementara waktu, buku yang lainnya bisa disimpan terlebih dahulu. Terlalu banyak pilihan, akan membuat anak bingung dan menjadi kurang tertarik.

Kamar Mandi Anak

Yang ketiga, penataan area kamar mandi anak untuk Montessori di rumah. Sediakan tempat khusus untuk barang-barang milik anak (sikat gigi, sabun, handuk dan sisir). Usahakan untuk menyediakan cermin yang sesuai dengan tinggi anak. Dengan begitu anak dapat menyisir sendiri dan bercermin untuk mengecek apakah sudah rapi atau belum.

Penempatan tisu, lap tangan, dan tempat sampah juga harus terlihat dan mudah dijangkau oleh anak. Ini sangat penting, karena akan mempengaruhi kemandiriannya.

Dapur

Selanjutnya dalam penataan Montessori di rumah, jika memungkinkan, sediakan satu area di dapur yang dapat memungkinkan anak mengambil makanan, minuman secara mandiri. Sediakan juga tempat khusus yang mudah dijangkau oleh anak untuk mengambil benda-benda yang sering digunakan saat berkegiatan di dapur.

Kamar

Dekorasi Montesori di rumah untuk  kamar anak disarankan menggunakan matrass di lantai sedari bayi. Tujuannya agar anak mudah dalam mengeksplorasi lingkungan. Dengan catatan lingkungan juga perludikondisikan agar tetap aman untuk anak. Biasanya juga disediakan kaca di sebelah kanan atau kiri agar bayi dapat melihat pantulan bayangannya sendiri. Agar permukaan lantai lebih lembut untuk bayi,  bisa gunakan karpet bulu atau sejenisnya.

Montessori merekomendasikan pemilihan furnitur untuk anak 3-6 tahun, biasanya kursi berukuran 20-30 cm. Tujuannya agar kaki anak dapat menyentuh rata di lantai. Agar anak dapat duduk dengan postur yang benar, dianjurkan menggunakan meja kurang lebih 20 cm.

Rak yang digunakan dalam Montessori di rumah, baiknya terbuka dan tidak lebih tinggi dari 80 cm. Jika dapat diakses dari kedua sisi, akan lebih baik lagi.

Selain soal penataan, dekorasi dan pelaralatan, pelaksanaan dari kurrikulumnya pun harus sesuai. Jangan lupa ajarkan kemandirian. Biasakan anak untuk menaruh kembali barang-barang setelah ia gunakan. Ajarkan keteraturan, kerapihan dan ketenangan. Agar anak tidak tergesa-gesa saat merapikan peralatannya.