Agar dapat membaca kitab sucinya dengan baik, seorang muslim perlu mempelajari huruf hijaiyah dan juga makhorijul huruf. Apa sajakah huruf hijaiyyah? Dan Apa yang dimaksud dengan makhorijul huruf?

Pengertian Huruf Hijaiyyah

Huruf hijaiyah merupakan huruf-huruf yang digunakan dalam bahasa Arab atau Alquran (kitab suci umat islam. Seperti Alfabet, begitulah peranan huruf hijaiyyah. Oleh karena itu, seorang muslim sudah seharusnya mempelajari  huruf hijaiyyah.

Huruf-huruf hijaiyah yang terkandung di dalam Al-Qur’an, menurut para ulama’ ahli Tajwid jumlahnya ada 29 huruf yaitu:

ا ب ت ث ج ح خ د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ع غ ف ق ك ل م ن و ه ء ي

 

Apa Itu Makhorijul Huruf?

Sebagian orang, ada yang menyebut makhroj huruf dan adapula makhorijul huruf. Keduanya sama, hanya saja makhroj merupakan kata tunggal yang berarti tempat keluar, sedang makhorij adalah bentuk jamaknya. Secara arti, makhorijul huruf adalah tempat-tempat keluarnya huruf.



 

Pembagian  Makharijul Huruf

Makharijul huruf terbagi menjadi lima, yaitu:

1. الجَوْفُ (Al-Jauf/Rongga Mulut)

Disebut al-jaufu, sebab tempat keluar huruf-hurufnya berasal dari rongga mulut. Huruf-huruf hijaiyyah yang tempat keluar/pengucapannya berasal dari rongga mulut adalah      ا و ي

 

2. الحَلْقُ (Al-Halq/Tenggorokan)

Disebut al-halqu, sebab tempat keluar huruf-hurufnya berasal dari tenggorokan. Huruf-huruf hijaiyyah yang tempat keluar/pengucapannya berasal dari tenggorokan, terbagi ke dalam 3 bagian :

aqshal halqi/pangkal tenggorokan                                                             ء – ه

wasathul halqi/tengah tenggorokan                                                           ح – ع

adnal halqi/ujung tenggorokan                                                                   غ – خ

 

Belajar Tajwid Dan Contohnya: Hukum Nun Mati Dan Tanwin

3. اللِّسَانُ Al-Lisan/Lidah

Disebut al-lisan sebab tempat keluar huruf-hurufnya berasal dari lidah. Huruf-huruf hijaiyyah yang tempat keluarnya berasal dari tenggorokan terdiri dari 18 huruf, namun terbagi menjadi 10 bagian :

  • Pangkal lidah & langit-langit mulut belakang (ق)

Tempat keluar (makhroj) huruf ini berasal dari pangkal lidah yang dekat dengan tenggorokan, saat                                 mengucapkan huruf, tekankan pada langit-langit mulut bagian belakang.

  • Pangkal lidah tengah & langit-langit mulut tengah (ك )

Tempat keluar huruf ini berasal dari pangkal lidah pada bagian tengah, saat mengucapkan huruf, tekankan                  pada langit-langit mulut bagian tengah.

  • Huruf yang tempat keluarnya berasal dari tengah-tengah lidah ( ج ش ي)
  • Huruf yang tempat keluarnya berasal dari pangkal tepi lidah (baik kiri ataupun kanan) bertepatan di atas gigi geraham ( ض)
  • Huruf yang tempat keluarnya berasal dari ujung tepi lidah dengan menempatkan lidah di langit-langit mulut atas (ل)
  • Huruf yang tempat keluarnya berasal dari ujung lidah dengan menempatkan lidah di langit-langit mulut atas (sedikit agak tengah) yaitu huruf (ن)
  • Huruf yang tempat keluarnya berasal dari ujung lidah dengan menempatkan lidah pada langit-langit mullut atas, yaitu huruf (ر )
  • Huruf yang tempat keluarnya berasal dari ujung lidah, bertepatan dengan pangkal dua gigi seri bagian atas, yaitu huruf (د ت ط)
  • Huruf yang tempat keluarnya berasal dari ujung lidah, bertepatan di tengah-tengah gigi seri bagian dan bawah, yaitu huruf (ص س ز  )
  • Huruf yang tempat keluarnya berasal dari ujung lidah, bertepatan di gigi seri bagian atas, yaitu huruf ث ذ ظ
4.  الشَّفَتَيْنِ Asy-Syafatain /Dua Bibir

Disebut as-syafatain karena tempat keluarnya huruf-huruf berasal dari bibir. Huruf-huruf hijaiyyah yang makhrajnya berasal dari bibir bawah ialah ف sedangkan untuk bibir bawah dan atas ada و م ب

5.  الخَيْشُوْمُ/ Al-Khaisyum/Hidung

Disebut al-khaisyum, sebab tempat keluar huruf-hurufnya berasal dari hidung. Apabila kita menutup hidung, maka huruf-huruf dengan makhraj al-khaisyum tidak dapat terdengar jelas. Adapun huruf-hurufnya ialah:

اِنَّ              nun tasydid 

وامَّا            mim tasydid

مِنْ قَبْلِ         nun sukun oleh sebab idghom bigunnah, iqlab, atau ikhfa’ haqiqi

لَهُمْ مَا          mim sukun bertemu dengan mim

 




 

17 Sifat Huruf Hijaiyyah

Selain tahu mahkroj/ tempat keluarnya huruf, perlu juga memahami sifat-sifat huruf agar lebih mudah dalam praktek dan pengucapan huruf hijaiyyah yang tepat. Sifat-sifat huruf ada yang berlawanan dan ada yang tidak. Ada yang dibaca jelas, sedangkan ada yang dibaca samar. Jelas dan samar adalah dua hal yang berlawanan. Selain jelas dan samar, berikut penjelasan mengenai sifat-sifat huruf yang berlawanan dan yang tidak berlawanan.

Sifat-Sifat Huruf Yang Berlawanan
Hams dan Jahr
  1. Hams berarti bisikan atau suara yang disamarkan. Yang dimaksud hams ialah menghembuskan nafas saat mengucapkan huruf. Cara membaca/pengucapan hurufnya seperti berdesis atau nafas berhembus. Huruf-huruf yang memiliki sifat hams ada 10. Agar lebih mudah diingat, maka disingkat dengan kata-kata berikut: فَحَثَّهُ شَخْصٌ سَكَت

 

  1. Lawan dari Hams ialah Jahr. Jahr berarti jelas. Yang dimaksud ialah mencegah keluarnya nafas pada saat mengucapkan huruf atau nafasnya ditahan. Huruf-huruf yang memiliki sifat jahr (jelas) ada 19, yaitu semua huruf hijaiyah kecuali huruf-huruf hams, yaitu: عَظُمَ وَزْنُ قَارِئٍ ذِيْ غَضٍّ جِدٍّ طَلَبَ
Syiddah, Rakhawah dan Bainiyyah
  1. Syiddah berarti kuat/keras. Yang dimaksud ialah menahan sejenak suara di tempat keluarnya huruf, baru kemudian melepaskannya. Jumlah huruf yang memiliki sifat Syiddah ada 8, disingkat dengan kata-kata berikut: جِدْ قِطَّ بَكَتْ

 

  1. Rakhawah berarti lemah lembut atau lunak. Yang dimaksud ialah mengeluarkan suara bersamaan dengan mengucapkan huruf dengan suara lepas. Jumlah huruf yang memiliki sifat rakhawah ada 15, yaitu: خُذْ غَثَّ حَظَّ فّضَّ شُوْصٍ زَيَ سَاهٍ

 

  1. Bainiyyah/ Tawassuth, artinya sedang. Cara baca atau pengucapannya ialah sedang, suara tidak terlalu tertahan dan tidak juga terlalu lepas. Huruf yang memiliki sifat bainiyyah/tawassuth ada 5, disingkat dalam kata: لِنْ عُمَر

 

Isti’la dan Istifal

 

  1. Isti’la berarti terangkat (naik). Yang dimaksudnya ialah saat membaca/pengucapan hurufnya pangkal lidah terangkat atau naik ke langit-langit. Huruf yang memiliki sifat Isti’la ada 7, terkumpul dalam kalimat: خُصَّ ضّغْطٍ قِظْ

 

  1. Istifal berarti menurun (turun). Yang dimaksud ialah saat mengucapkan huruf, pangkal lidah di bawah. Huruf yang memiliki sifat istifal ada 21: ثَبَتَ عِزُّ مَنْ يُجِوَّدُ حَرْفَهُ اِذْ سَلَّ شَكاَ
Ithbaq dan Infitah
  1. Ithbaq berarti menutup (tertutup). Yang dimaksud ialah menutup dua sisi lidah sehingga bertemu dengan langit-langit mulut. Saat mengucapkan huruf, tengah lidah melekat ke langit-langit. Hurufnya ada 4 yaitu: صَضْطَظَ

 

  1. Infitah berarti terpisah (terbuka). Yang dimaksud ialah terbukanya antara lidah dengan langit-langit. Hurufnya 24, yaitu semua huruf hijaiyah selain huruf-huruf Ithbaq. Terkumpul dalam kalimat: مَنْ اَخَذَ وِجْدَ سَعَةٍ فَزَكاَ حَقَّ لَهُ شُرْبُ غَيْثٍ
Idzlaq dan Ishmat
  1. Idzlaq yaitu keluarnya huruf dengan lancar dan ringan. Hurufnya ada 6, yaitu:   فِرَّ مِنْ لُبٍّ
  2. Adapun Ishmat berati hati-hati,pengucapannya tidak selancar idzlaq, huruf-hurufnya ialah:

جُزْ عِشَّ ساَخِطٍ صَدَّ صِقَةٍ اِذْ وَعْظُهُ يَحُضُّكَ

Sifat-Sifat Huruf Yang Tidak Berlawanan
  1. Shafir, cara membacanya ialah dengan suara berdesir. Hurufnya ada 3 yaitu: ( ص ز س )
  2. Qolqolah, membuat pantulan di akhir pengucapan huruf-huruf qolqolah yang berharokat sukun (mati). Hurufnya ada 5 yaitu : ( ق ط ب ج د )
  3. Inhiraf berarti condong atau miring. Yang dimaksud ialah pengucapan hurufnya bergeser, dalam artian lenturan ujung lidah condong ke punggung lidah. Hurufnya ada 2 yaitu : ( ر ل )
  4. Takrir berarti Yang dimaksud ialah lidah bergetar saat mengucapkan huruf ( ر ) tetapi tidak berlebihan.
  5. Tafasysyi berarti menyebar. Yang dimaksud ialah peyebaran suara saat mengucapkan huruf ( ش ). Bunyinya bersamaan dengan angin kuat yang tersebar dari dalam mulut.
  6. Istithalah berarti memanjang. Yang dimaksud ialah mengucapkan huruf ( ض ) disertai memanjangnya suara dari awal sisi lidah sampai ujungnya, pada sebelah kiri atau kanan lidah.

.

Demikian sedikit penjelasan tentang huruf hijaiyyah, pembagian makhroj huruf dan sifat-sifat huruf hijaiyyah, semoga bermanfaat!