Salah satu hukum bacaan mad dalam tajwid adalah mad wajib muttashil. Berkut pengertian, cara membaca dan contoh dari mad wajib muttashil!

Pengertian Mad Wajib Muttashil

Secara bahasa, mad artinya panjang bacaan, wajib artinya harus dan muttashil artinya bersambung. Hukum bacaan mad wajib muttashil terjadi apabila terdapat  mad thobii yaitu ( ــــــَــــــ ا ; يْ ـــــــِــــــ ; وْ ـــــــُـــــــ ) bertemu dengan huruf hijaiyah hamzah yang berharakat Fathah, Kasrah, atau harakat Dhammah ( اَ – اِ – اُ ) dalam satu kata.

Cara Membaca Mad Wajib Muttashil

Cara membaca Mad wajib muttashil adalah dengan 4 harokat sampai 6 harokat. Dihukumi mad wajib, sebab para ulama qiraat sepakat apabila mad bertemu hamzah secara langsung dalam satu kata, dibaca panjang lebih dari dua harakat, namun tidak sepakat untuk ukuran panjangnya.

Ada yang mengatakan mad wajib muttasil harus dibaca 6 harokat, ada pula yang mengatakan dibaca 4 sampai 5 harokat. Ada juga yang berpendapat bahwa panjang mad wajib ialah 4-5 harakat. Akan tetapi, jika mad wajib berada di akhir kata dan diwaqafkan, maka dibaca dengan panjang 6 harakat.

Perbedaan Mad Wajib Muttashil Dan Mad Jaiz Munfashil

Hukum bacaan mad wajib muttashil dan mad Jaiz munfasil adalah apabila ada mad thobi’i bertemu dengan hamzah, bedanya adalah: mad wajib muttasil mad thobi’i bertemu hamzahnya dalam satu kata, sedangkan mad jaiz munfasil dalam kata yang terpisah (bukan dalam satu kata)

Contoh Bacaan Mad Wajib Muttashil

وَالَّذِيْنَ جَآءُوْ                         Dibaca wal ladziina jaaaauuu

Terdapat mad thobi’, yaitu alif sebelumnya huruf hijaiyyah berharokat fathah (ja) bertemu dengan hamzah dalam satu kalimat.

الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ           Dibaca Al ladziina hum yuroooouun

Terdapat mad thobi’, yaitu alif sebelumnya huruf hijaiyyah berharokat fathah (ro) bertemu dengan hamzah dalam satu kalimat.

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ            Dibaca Idza jaaa a nashrullah

Terdapat mad thobi’, yaitu alif sebelumnya huruf hijaiyyah berharokat fathah (ja) bertemu dengan hamzah dalam satu kalimat.

إِلَّا ابْتِغَاءَ                  Dibaca: I llab tighoooo a

Terdapat mad thobi’, yaitu alif sebelumnya huruf hijaiyyah berharokat fathah (gho) bertemu dengan hamzah dalam satu kalimat.

رِحْلَةَ الشِّتَاءِ                       Dibaca Rihlata syitaaaa i

Terdapat mad thobi’, yaitu alif sebelumnya huruf hijaiyyah berharokat fathah (ta) bertemu dengan hamzah dalam satu kalimat.

حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ َ            Dibaca Hunafaaaa a wa yuqiimus sholaah

Terdapat mad thobi’, yaitu alif sebelumnya huruf hijaiyyah berharokat fathah (fa) bertemu dengan hamzah dalam satu kalimat.

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ            Dibaca Tatanazzalul malaaaaikatu wa ruuh

Terdapat mad thobi’, yaitu alif sebelumnya huruf hijaiyyah berharokat fathah (la) bertemu dengan hamzah dalam satu kalimat.

جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ          Dibaca: Jazaaaauhum ingda robbihim

Terdapat mad thobi’, yaitu alif sebelumnya huruf hijaiyyah berharokat fathah (za) bertemu dengan hamzah dalam satu kalimat.

Selain contoh-contoh di atas, tentunya masih banyak lagi bacaan dengan hukum mad wajib muttashil di dalam Alquran. Agar dapat selalu diingat, maka setiap hukum bacaan perlu dipraktekkan sesuai kaidah hukum yang berlaku.Demikian penjelasn tentang mad wajib muttashil, semoga bermanfaat!