Pada setiap tanggal 10 Zulhijjah, umat islam merayakan Idul Adha yang dikenal juga Idul Kurban. Bagaimana asal-usul qurban?

Sejarah Qurban

Berikut sejarah qurban yang tertera dalam Alquran dan kisah Nabi Ismail singkat.

Dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim A.S belum juga memiliki anak hingga masa tuanya, kemudian beliau berdoa kepada Allah yang tertulis dalam (QS Ash-Shafaat (37) : 100).

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah padaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang saleh.”

Allah kemudian memberikan anak pertama Nabi Ibrahim melalui istrinya, yaitu Siti Hajar (istri kedua). Sedangkan Siti Sarah (istri pertama) baru dikaruniai anak beberapa tahun setelahnya.

Anak pertama Nabi Ibrahim bernama Ismail, yang kemudian menjadi nabi. Saat usia Nabi Ismail A.S remaja, ayahnya mendapat perintah untuk menyembelih puteranya melalui mimpi.

Nabi Ibrahim A.S pun menyampaikan mimpinya pada Ismail yang dikisahkan dalam (QS Ash-Shafaat: 102).

“Hai anakkku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu? Ismail menjawab: Wahai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan padamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang bersabar.”

Meski berat dan bersedih hati, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tetap melaksanakan perintahNya. Nabi Ibrahim membaringkan puteranya dan bersiap untuk menyembelih.

Ketika Nabi Ibrahim hendak mengayunkan parang, Allah SWT menggantikan tubuh Nabi Ismail dengan sembelihan besar, berupa domba jantan berwarna putih, bertanduk dan bermata bagus. Hal ini diceritakan dalam (QS Ash-Shafaat (37) : 104:107).

“Wahai Ibrahim, sesungguhnya engkau telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan pada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”



 

Pengertian Qurban Menurut Istilah

Qurban berasal dari Bahasa Arab yaitu qaraba-yaqrobu-qurbaanan, artinya mendekat. Adapun qurban menurut istilah ialah sesuatu yang disembelih dari binatang ternak (unta, sapi dan kambing) pada hari raya Idul Adha dan Hari Tasyrik( hari ke 11, 12, & 13 Dzulhijah) dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah.

Dalil Untuk Berqurban

Adapun dalil untuk berqurban adalah surah Al Kautsar, ayat 2

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.”

Surah Al-Hajj: 36

Dan unta-unta itu Kami jadikan untukmu bagian dari pada syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat).

Qurban Kambing Untuk Berapa Orang? Bolehkah Untuk Sekeluarga?

Hukum Qurban

Hukum menyembelih hewan qurban ialah sunnah muakkad. Yang dimaksud sunnah muakkad ialah ibadah yang dianjurkan dengan penekanan kuat (hampir mendekati wajib).

Baca juga : Syarat Dan Ketentuan Qurban

Hikmah Qurban

Peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail merupakan suatu mukjizat dari Allah. Allah menguji sampai sejauh mana cinta serta ketaatan mereka.

Nabi Ibrahim telah menunjukkan kesetiaannya yang tulus melaksanakan perintah Allah meski harus mengorbankan putera yang telah ditunggu-tunggu kelahirannya.Begitu juga, Nabi Ismail tidak sedikit pun menunjukkan  keraguan atau bimbang dalam menjalankan perintah Allah.

Melalui qurban, ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil, yaitu:

  1. Menempatkan cinta kepada Allah di atas segalanya.
  2. Sebagai media meningkatkan ketaqwaan pada Allah.
  3. Sarana mendekatkan diri pada Allah.
  4. Sebagai bentuk rasa syukur terhadap nikmat dan rezeki yang Allah berikan.
  5. Merupakan amal kebaikan
  6. Bagian dari syiar agama
  7. Mensucikan diri dan harta. Setiap kebaikan ialah sedekah, fungsinya untuk mensucikan diri dan harta. Ibadah qurban merupakan amal kebaikan yang amat disukai Allah pada Hari Raya Idul Adha. (HR. Tirmidzi)
  8. Sebagai ikhtiyar menebus dosa “Hai Fatimah, berdirilah disisi qurbanmu serta saksikanlah ia. Sesungguhnya tetesan pertama darahnya merupakan pengampunan bagimu atas dosa-dosa yang telah lalu. “HR. Al-Bazzar dan Ibnu Hibban)
  9. Bentuk Kepedulian terhadap sesama. Berbagi memang bisa dalam bentuk apa saja, salah satunya melalui qurban. Bagi sebagian orang, Hari Raya Idul adha merupakan momen yang dinanti, sebab bisa mendapatkan makan yang layak.




 

Hadits Tentang Qurban

“Pada setiap lembar bulunya (hewan qurban), kita memperoleh satu kebaikan. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Ibadah qurban merupakan amal kebaikan yang amat disukai Allah pada Hari Raya Idul Adha. (HR. Tirmidzi)

dosa “Hai Fatimah, berdirilah disisi qurbanmu serta saksikanlah ia. Sesungguhnya tetesan pertama darahnya merupakan pengampunan bagimu atas dosa-dosa yang telah lalu. “HR. Al-Bazzar dan Ibnu Hibban)

“Tidaklah seorang anak Adam melakukan pekerjaan yang paling dicintai Allah pada hari nahr kecuali mengalirkan darah (menyembelih hewan qurban). Hewan itu nanti pada hari kiamat akan datang dengan tanduk, rambut dan bulunya. Dan pahala qurban yang menetes pada suatu tempat sebelum menetes ke tanah. Maka hiasilah dirimu dengan ibadah qurban.” (HR Imam at-Tirmidzi dan imam Ibnu Majah)

Dari Abi hurairah, Rasulullah Saw bersabda: “Siapa yang memiliki kelapangan tetapi tidak menyembelih qurban, maka janganlah mendekati tempat sholat kami.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim menshahikannya)