Kamu punya anak perempuan? Berikut Penjelasan Rasul Mengenai Keutamaan Mendidik Anak Perempuan.

Anak adalah titipan dari Yang Maha Kuasa. Baik laki-laki ataupun perempuan, harus disyukuri. Tetapi tahukah kamu? Sebelum Allah mengutus Rasul di tanah Arab, memiliki anak perempuan adalah hal yang memalukan bagi warga Arab. Mereka menganggap bayi perempuan adalah aib dan takut bernasib buruk.

Saat seorang ibu melahirkan bayi laki-laki, maka semua orang akan senang. Sedangkan jika yang dilahirkan adalah bayi perempuan, maka bayi tersebut akan dikubur hidup-hidup (Naudzubillahi min dzalik). Semua itu dikisahkan dalam Alquran melalui firman Allah yang berbunyi:

 وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah.’ [An-Nahl/: 58]

Keutamaan Mendidik Dan Mengurus Anak Perempuan

Selain mengubur bayi perempuan hidup-hidup,  saat itu bangsa Arab  juga membuat Tuhan, memperdagangkan wanita, dan bertindak sewenang-wenang. Oleh karena perilaku bangsa arab yang tidak manusiawi pada saat itu, maka bangsa itu disebut zaman jahiliyyah.

Allah kemudian mengutus Nabi Muhammad untuk berdakwah mengajak pada kebaikan. Melalui Rasul, Allah menyampaikan:

فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

“Dan jika kalian tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [An-Nisaa’/4: 19]

Dengan kesabaran rasul mengajak kepada kebaikan dan menyampaikan pesan-pesan dari Allah SWT, Alhamdulillah perilaku bangsa Arab pun secara perlahan berubah menjadi lebih baik.  Hingga saat ini, semua muslim pasti tahu bahwa agama islam sangat memuliakan wanita. Dan diantara keutamaan mendidik dan mengurus anak perempuan adalah:

Anak Perempuan Sebagai Tirai Pemisah Dari Api Neraka

Keutamaan mendidik dan mengurus anak perempuan yang pertama adalah dijauhkan dari api neraka. Karena Rasul telah bersabda bahwa anak perempuan bisa menjadi tirai pemisah dari api neraka. Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, beliau berkata:

 دَخَلَتْ عَلَيَّ اِمْرَأَةٌ وَمَعَهَا ابْنَتَانِ لَهَا تَسْأَلُ فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِي شَيْئًا غَيْرَ تَمْرَةٍ وَاحِدَةٍ، فَأَعْطَيْتُهَا إِيَّاهَا فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا وَلَمْ تَأْكُلْ مِنْهَا ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ، فَدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ مَنِ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ بِشَيْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ

“Ada seorang wanita yang masuk menemuiku dengan membawa dua orang anak perempuan untuk meminta-minta, tetapi aku tidak mempunyai apa-apa kecuali hanya satu butir kurma. Lalu aku memberikan kurma itu kepadanya. Selanjutnya, wanita itu membagi satu butir kurma itu untuk kedua anak perempuannya sedang dia sendiri tidak ikut memakannya. Lantas, wanita itu bangkit dan keluar. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang kepada kami, maka aku ceritakan peristiwa itu kepada beliau, maka beliau pun berkata, ‘Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, lalu dia mengasuhnya dengan baik, maka anak-anak perempuan itu akan menjadi tirai pemisah dari api Neraka.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

An-Nawawi rahimahullah mengatakan di dalam kitab Syarh Muslim (V/ 485), “Disebut ibtilaa’ (ujian), karena ada orang-orang yang tidak suka memiliki anak perempuan

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, dia berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    مَنْ كَانَ لَهُ ثَلاَثُ بَنَاتٍ وَصَبَرَ عَلَيْهِنَّ وَكَسَاهُنَّ مِن جِدَتِهِ كُنَّ لَهُ حِجَابًا مِنَ النَّار

“Barangsiapa memiliki tiga orang anak perempuan, lalu dia bersabar dalam menghadapinya serta memberikan pakaian kepadanya dari hasil usahanya, maka anak-anak itu akan menjadi dinding pemisah baginya dari siksa Neraka.” [HR. Al-Bukhari dalam kitab al-Adaabul Mufrad dan hadits ini shahih]

Bisa Dekat Dengan Rasulullah SAW

Keutamaan mendidik anak perempuan selanjutnya dijelaskan dalam hadits yang berbunyi: Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا، جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ

         هَكَذَا” وَضَمَّ أُصْبُعَيْ

“Barangsiapa mengasuh dua orang anak perempuan sehingga berumur baligh, maka dia akan datang pada hari Kiamat kelak, sedang aku dan dirinya seperti ini.” Dan beliau menghimpun kedua jarinya.” [HR. Muslim]

Dengan memberikan gambaran menghimpun dua jari, maka dapat dipahami bahwa orang yang mengasuh anak perempuannya dengan baik, maka ia akan dekat dengan Rasulullah SAW pada hari kiamat kelak.

Jalan Masuk Ke Surga

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa anak perempuan bisa menjadi tirai pemisah dari api neraka bagi kedua orang tuanya. Dengan kata lain, anak perempuan bisa menjadi jalan masuk ke surga bagi orang tuanya. Hal ini didukung dengan hadits lainnya yang berbunyi:

“Siapa yang memiliki anak perempuan, dia tidak membunuhnya dengan dikubur hidup-hidup, tidak menghinanya, dan tidak lebih mengutamakan anak laki-laki, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga.” (HR Abu Daud)

Keutamaan yang akan didapatkan di dalam hadits-hadits yang sudah disebutkan hanya jika orang tua berbuat baik kepada anak-anak perempuan, memberikan nafkah kepada mereka, bersabar dalam mengasuhnya, dan mengurus seluruh urusannya.

Mengapa anak perempuan begitu istimewa? Karena anak perempuan adalah bibit yang akan melahirkan dan mendidik generasi berikutnya. Oleh karena itu, anak perempuan harus diurus dan dididik dengan baik agar ia bisa menjadi perempuan yang berkualitas. Karena generasi yang berkualitas dilahirkan dan dididik oleh seorang ibu yang cerdas, sholeha dan yang pasti berkualitas :).