Kalimat pujian untuk anak terkadang memang diperlukan. Akan tetapi ada juga pujian untuk anak yang justru memberikan dampak negatif.

Kalimat pujian untuk anak mempengaruhi kepribadiannya nanti. Beberapa kalimat pujian untuk anak bisa jadi membangun atau justru sebaliknya.Oleh karena itu, orang tua harus memilah dan memilih mana kalimat pujian untuk anak yang baik dan tidak baik.

Contoh Kalimat Pujian Yang  Tidak Membangun

Saat anak melakukan sesuatu yang baik, sering kali orang tua dimemberikan pujian “Wah pintarnya anak Mama-Papa.”, “Wah, kamu memang yang paling hebat.”. Kalimat tersebut bisa menyenagkan hati anak setelah diucapkan. Sepintas, nampak tidak ada yang salah dengan kalimat tersebut. Akan tetapi, ada alasan mengapa sebaiknya tidak mengucapkan kalimat itu terus menerus di depan si kecil.

Baca juga: 7 Teknik Komunikasi Dengan Anak Usia Dini

Memberikan pujian yang berlebihan untuk si kecil bisa membuatnya bangga diri dan sombong. Jika berlanjut dalam jangka waktu panjang, anak akan sulit menerima kekalahan, perbedaan pendapat atau kekurangannya sendiri. Itu semua karena kalimat pujian berlebihan yang akhirnya membuat anak menganggap ia adalah anak pintar, selalu benar dan hebat.

Efek lain dari kalimat pujian yang tidak tepat adalah memicu stres anak. Jika anak terbiasa dengan kalimat pujian pintar, cerdas, hebat dan sejenisnya, secara tidak langsung menempatkan anak untuk menjadi yang terbaik. Tanpa disadari, beberapa anak merasa punya beban untuk memiliki nilai yang sempurna, cerdas, berprestasi, dan selalu unggul. Saat menemukan kesulitan, ia akan mudah tidak percaya diri dan cepat menyerah. Karena ketidakmampuannya akan membuat anak merasa ia tidak lagi pintar.

Melansir dari Scientific American, tanpa disadari orang tua memberi tekanan dengan menanyakan nilai dan selalu mendorong anak untuk jadi yang terbaik. Sehingga anak merasa harus memenuhi pujian ‘kamu pintar’ dan menyenangkan orang tua. Saat anak merasa tertekan, maka tidak baik untuk perkembangan psikologisnya.

Baca juga: Cara Mengubah Kata Negatif Menjadi Positif Agar Anak Jadi Lebih Penurut

Contoh Kalimat Pujian Yang Membangun

Kalimat pujian yang tepat akan membangun anak menjadi lebih baik lagi. Saat memuji, baiknya fokus pada apa yang dilakukan anak, bukan hasilnya. Contoh. “Cantiknya anak mama, pasti karena sudah bangun pagi dan langsung mandi.” Saat memberi pujian pastikan anak tahu mengapa iya pantas mendapat pujian itu. Dan jika memang tidak ada hal baik yang ia lakukan, tidak ada alasan untuk mendapat pujian.

Contoh lainnya adalah:

 “Kamu hebat, bisa tampil percaya diri saat pentas. Itu semua pasti karena kamu selalu semangat berlatih.” Untuk seorang muslim, bisa sertakan nama Allah saat memuji anak. “Masya Allah, anak mama pintar. Pasti karena kamu rajin belajar.”

“Terima kasih sayang sudah bantu mama bersih-bersih. Kamu memang anak yang rajin.”

Tidak ada yang salah jika ingin memuji anak. Bahkan memberikan pujian pada anak juga dibutuhkan pada kadar tertentu dan di situasi serta kondisi yang tepat. Yang perlu diperhatikan adalah cara dan kalimat yang digunakan untuk memuji. Agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari

 Referensi : Parenting Indonesia