Paracetamol ataupun acetaminophen merupakan obat penurun panas serta pereda nyeri yang umum digunakan untuk menangani demam, sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, ataupun nyeri sendi. Paracetamol juga merupakan obat bebas yang dapat dibeli tanpa resep dokter.

Amankah Ibu Hamil Mengkonsumsi Paracetamol

Daftar Isi Artikel

Pada dasarnya, komsumsi paracetamol saat hamil relatif aman sebab tidak terdapat bukti yang menunjukkan kalau obat ini bisa membahayakan kandungan, khususnya pada kehamilan trimester kedua serta ketiga.

Baca juga: Posisi Tidur Bayi yang Benar Serta Artinya

Khusus buat ibu hamil trimester pertama, sebisa mungkin jauhi komsumsi obat apapun pada saat sakit, kecuali memanglah betul-betul dibutuhkan. Alasannya, mengkonsumsi obat-obatan tertentu pada trimester pertama, termasuk obat pereda nyeri, dikhawatirkan dapat meningkatkan resiko keguguran.

Hal yang Perlu Dicermati Sebelum Mengkonsumsi Paracetamol

Tidak hanya bertanya dahulu dengan dokter, Bumil pula mesti mencermati beberapa hal di bawah ini saat sebelum mengkonsumsi paracetamol:

Baca kandungan kafein dalam paracetamol

Penting untuk Bumil untuk melihat kandungan kafein yang tercantum dalam produk obat paracetamol yang dibeli. Jangan sampai Bumil mengkonsumsi paracetamol dengan kandungan kafein yang tinggi, ya. Hal ini untuk kurangi resiko terjadinya keguguran, balita lahir dengan berat tubuh rendah, ataupun kendala kesehatan yang lain. Dosis maksimal buat Bumil merupakan 200 miligram per hari.

Tips Agar ASI Berlimpah

Mengkonsumsi paracetamol dengan dosis rendah

Yakinkan juga Bumil hanya mengkonsumsi paracetamol dengan dosis rendah serta dalam jangka waktu yang singkat. Dosis paracetamol yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil maksimal 500 mg per hari.

Bumil perlu cuci tangan terlebih dahulu

Saat sebelum memegang obat, Bumil perlu cuci tangan terlebih dulu untuk menghindari masuknya bakteri ke dalam tubuh. Mengkonsumsi paracetamol saat hamil pada dasarnya aman, terlebih bila umur kandungan telah masuk trimester kedua. Walaupun begitu, tetaplah bertanya dahulu dengan dokter kandungan saat sebelum mengkonsumsi obat apa pun. Selain agar lebih terjamin, pemicu keluhan yang Bumil rasakan juga jadi dapat diketahui serta ditangani.

Ketentuan Minum Paracetamol Buat Ibu Hamil

Secara umum, terkategori aman buat ibu hamil serta boleh dikonsumsi untuk meredakan nyeri sehari-hari. Tetapi, ibu hamil senantiasa butuh mencermati sebagian hal serta tidak boleh sembarangan dalam mengkonsumsinya. Apa sajakah hal-hal yang perlu dicermati saat sebelum mengkonsumsi paracetamol buat ibu hamil?

Gunakan buat mengatasi nyeri ringan saja

Mengkonsumsi paracetamol buat ibu hamil hanya dianjurkan untuk mengatasi keluhan perih ringan ataupun sedang, dan demam. Pada indikasi yang parah ataupun asalkan keluhan Kamu tidak kunjung sembuh dengan paracetamol, Kamu sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter serta tidak tergantung pada obat.

Perhatikan dosis paracetamol buat ibu hamil

Semasih kehamilan, pemakaian obat-obatan wajib diawasi dengan saksama biar tidak membahayakan ibu ataupun kandungan. Yakinkan supaya konsumsinya tidak melebihi dosis paracetamol buat ibu hamil yang diperbolehkan oleh dokter.

Paracetamol biasa ada dalam bentuk tablet dengan isi 500 miligram. Biasanya, dosis paracetamol buat ibu hamil merupakan 2 tablet. Obat ini bisa diminum sebanyak maksimal 4 kali dalam satu hari, dengan batasan waktu 4 hingga 6 jam di antara mengkonsumsi obat.

Jauhi obat yang mempunyai kandungan kafein

Tipe paracetamol buat ibu hamil yang aman merupakan yang tidak memiliki kafein. Sehingga Kamu perlu mencermati lebih lanjut bahan tambahan yang tertera di kemasan obat. Ada sekian banyak tipe obat yang memiliki paracetamol sekaligus kafein. Zat kafein ini berkhasiat untuk menaikkan efek pereda sakit dari paracetamol.

Baca juga: Faktor-Faktor Posisi Tidur Bayi yang Benar

Resiko Mengkonsumsi Parasetamol buat Ibu Hamil

Anak Berisiko ADHD and Cerebral Palsy

Bila ibu sangat banyak komsumsi parasetamol, maka bisa berakibat pada tumbuh kembang Si Kecil nantinya. Mereka bisa terserang ADHD ataupun Attention Deficit Hyperactivity Disorder, yang mempengaruhi motorik anak. Saat bertumbuh, anak ADHD cenderung tidak dapat diam serta hiperaktif.

Tidak hanya itu, yang lebih beresiko merupakan anak akan menderita cerebral palsy. Riset yang dilakukan di Universitas Copenhagen jadi bukti dengan mempelajari pada lebih dari 180.000 ibu hamil sebagai objek penelitiaan. Apalagi, balita baru lahir mempunyai kemungkinan sampai 2, 5 kali lebih besar menderita penyakit yang susah diobati.

Meningkatkan Resiko Asma Pada Bayi

Suatu riset mengatakan kalau parasetamol bisa jadi aspek faktor munculnya asma pada anak sesudah lahir. Hal ini diisyarati dengan terdapatnya respon inflamasi yang membuat jaringan napas jadi tersendat.

Mengacaukan Keseimbangan Hormon

Saat hamil, hormon bisa berubah serta mengkonsumsi paracetamol bisa membuat hormon tersebut jadi tidak balance. Hal ini pasti bisa mengacaukan pertumbuhan kandungan serta mengacaukan kesehatan ibu hamil.

Munculnya Rasa Sakit di Lambung

Bila si ibu hamil memiliki riwayat asam lambung tinggi, maka bisa menimbulkan rasa sakit di lambung sesudah komsumsi parasetamol. Mekanisme kerja obat ini bisa menyebabkan kambuhnya maag apabila diminum, khususnya saat sebelum makan. Mengkonsumsi paracetamol juga bisa membuat ibu hamil mengalami morning sickness secara berlebihan.

Kesimpulan

Walaupun paracetamol nyaman dikonsumsi saat hamil, bakal lebih baik bila Bumil bertanya dahulu dengan dokter isi. Dokter akan memastikan boleh tidaknya Bumil mengkonsumsi paracetamol berlandaskan kondisi kesehatan Bumil secara totalitas.