Fase dalam mendampingi anak sering kali terasa cepat dan mengalir begitu saja. Apa sajakah fase dalam mendampingi anak?

Anak adalah titipan dari yang Maha Kuasa. Dalam mendidik anak, ada 4 masa pengasuhan yang akan membuat orang tua merasa ingin kembali ke masa lalu. Bagi orang tua yang sudah memiliki anak dewasa akan rindu pada masa pengasuhan anak. Pasalnya, anak yang sudah dewasa akan memiliki kesibukan sendiri sehingg jarang menghabiskan waktu bersama orang tua. Waktu yang terus berjalan maju, terkadang membuat kita rindu untuk menoleh ke belakang.

Fase Dalam Mendampingi Tumbuh Kembang Anak

Berdasarkan usia, masa orang tua mendampingi anaknya terbagi menjadi empat. Dimana jika sudah terlewat maka tidak bisa diulangi kembali. Sama halnya dengan masa peka anak, jika terlewat dalam memaksimalkan momen di setiap masa pengasuhan, maka akan berpengaruh pada kepribadian anak.

Anak kebutuhannya terpenuhi baik secara jasmani maupun rohani dalam setiap masa pengasuhannya, akan tumbuh menjadi anak yang bahagia. Aura positif dan kebahagiaan yang terpancar pada diri anak InsyaAllah akan melekatkan hubungan antara orang tua dan anak.

Fase Intim

Fase Intim adalah ketika anak berusia 0-8 tahun. Masa dimana anak selalu ingin dekat dan bermanja-manja. Bahkan anak selalu ingin ikut kemanapun orang tuanya pergi. Anakpun tidak sungkan dipeluk dan memeluk ortunya. Sayangnya, terkadang karena sebuah kesibukan banyak orang tua yang kurang maksimal melewati masa ini.

Fase Kritis

Fase Kritis dimulai saat  anak berusia 9 hingga 13 tahun. Masa dimana anak sudah mulai sibuk dengan lingkungan sekolah dan teman-teman seusianya.

Dengan ruang lingkup sosial yang lebih luas, anak mulai belajar dari banyak sumber, termasuk dari guru dan teman-temannya. Pada masa kritis, anak juga mulai membandingkan hal apa saya yang ada pada dirinya dengan orang lain, termasuk dengan perlakuan orang tuanya dan orang tua temannya.

Saat ada hal yang tidak sesuai keinginan, anak mudah menuntut dan keceewa. Jika orang tua tidak menyikapinya dengan bijak, maka anak akan cenderung semakin jauh karena perbedaan pendapat. Jika dibiarkan berlarut-larut maka akan merusak keharmonisan hubungan keluarga.

Fase Sibuk

Fase sibuk biasanya dimulai saat usia 14 hingga 23 tahun. Anak sudah sibuk dengan kegiatan sekolah di SMP, SMA dan perguruan tinggi. Pergaulan semakin luas, tetapi  waktu bersama orang tuanya makin terbatas.

Di fase intim, anak selalu ingin dekat dengan orang tuanya. Saat memasuki fase sibuk, justru orang tua yang inginnya nempel dengan anak. Sayangnya, terkendala dengan berbagai aktivitas. Bahkan sebagian anak sudah tidak mau dipeluk atau dicium.

 Fase mandiri

Saat memasuki usia 23 tahun ke atas, biasanya anak sudah bekerja atau bahkan menikah. Pada masa Ini anak sudah seharusnya mandiri dalam berbagai hal. Karena merasa sudah dewasa, anak akan mengurus segala keperluannya sendiri. Belum lagi aktivitas padat membuat waktu bersama orang tua dan anak menjadi lebih sedikit.

Biasanya masa yang paling indah bagi orangtua dan anak adalah di masa intim. Sediakanlah selalu waktu dan jiwa untuk anak, sebelum masa sibuknya datang. Waktu tidak akan terulang, oleh karena itu tempatkanlah posisi dan bersikap yang sesuai dengan setiap fase dalam pengasuhan anak.

Yuuk ciptakan goldent moment bersama si buah hati. Jika anak merasa bahagia dan kebutuhannya terpenuhi saat di masa intim, insyaAllah ia tidak akan melupakan orang tuanya di masa sibuk.