Selain mengucapkan doa menyembelih aqiqah, perlu dimengerti juga syarat & ketentuan serta cara pelaksanaan aqiqah sesuai dengan syariat Islam. Berikut penjelasannya!

Pengertian Aqiqah

Aqiqah berasal dari bahasa Arab, artinya pengurbanan hewan yang merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah atas anugerah anak atau bayi yang lahir. Aqiqah ialah salah satu ibadah yang dicontohkan oleh Nabi Muahammad SAW ketika mengaqiqahkan cucunya, Hasan dan Husain bin Ali.

Dalam sebuah hadist Rasulullah memerintahkan untuk melaksanakan aqiqah terhadap bayi yang baru lahir.

“Setiap anak ada aqiqahnya, sembelihlah aqiqah untuknya dan buanglah kotoran darinya(mencukur rambut bayi).” (HR. Bukhari).

Hukum Melaksanakan Aqiqah

Menurut mayoritas ulama, hukum melaksanakan aqiqah adalah sunnah. Dalam bukun Minhajul Muslim, Abu Bakar Jabir Al-Jazairi menyampaikan bahwa hukum pelaksanaan aqiqah ialah sunnah muakkad bagi orang tua yang mampu untuk melaksanakannya.



 

Syarat Dan Ketentuan Aqiqah

Untuk melaksanakan aqiqah ada syarat dan ketentuan yang harus diperhatikan:

Cukup Umur

Mengutip dari  Syarat Aqiqah Rumaysho, Dari Sahabat Jabir RA, Rasulullah menjelaskan syarat Aqiqah :

“لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً, إِلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنَ اَلضَّأْنِ”

Janganlah kalian menyembelih kecuali “musinnah”, kecuali jika hal tersebut sulit bagi kalian maka sembelihlah “jadza’ah” dari domba (HR. Muslim No. 1963)

Musinnah: hewan yang sudah masuk usia dewasa

Jadza’ah: yang telah berusia enam bulan hingga satu tahun

Persyaratan umur tersebut berdasarkan keterangan para ulama berlaku untuk hewan qurban dan juga aqiqah.

Berikut ketentuan umur hewan Aqiqah/ qurban berdasarkan jenisnya:

  • Unta minimal umur 5 Tahun
  • Sapi minimal 2 Tahun
  • Kambing minimal 1 Tahun
  • Domba minimal 6 Bulan

 

Doa Mencukur Rambut Bayi Baru Lahir, Arab, Latin & Artinya

Bebas Dari Cacat

Syarat hewan Aqiqah selanjutnya ialah bebas dari cacat, sama juga dengan syarat untuk hewan qurban. Rasulullah menjelaskan cacat yang membuat hewan aqiqah atau qurban tidak sah:

وَعَنِ اَلْبَرَاءِ بنِ عَازِبٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَامَ فِينَا رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ: – “أَرْبَعٌ لَا تَجُوزُ فِي اَلضَّحَايَا: اَلْعَوْرَاءُ اَلْبَيِّنُ عَوَرُهَا, وَالْمَرِيضَةُ اَلْبَيِّنُ مَرَضُهَا, وَالْعَرْجَاءُ اَلْبَيِّنُ ظَلْعُهَا وَالْكَسِيرَةُ اَلَّتِي لَا تُنْقِي” – رَوَاهُ اَلْخَمْسَة ُ . وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَابْنُ حِبَّان َ

Dari Al Bara’ bin ‘Azib RA, ia berkata:

“Rasulullah SAW pernah berdiri di tengah-tengah kami dan berkata:

“Ada 4 macam cacat yang tidak dibolehkan pada hewan qurban:

  1. Buta sebelah dan jelas kebutaannya,
  2. Sakit dan tampak jelas sakitnya,
  3. Pincang dan tampak jelas pincangnya,
  4. Sangat kurus sampai-sampai tidak punya sumsum tulang.”

Kambing atau domba baik jantan ataupun betina dapat digunakan untuk Aqiqah selama syarat dan ketentuannya terpenuhi. Tetapi yang afdhal (utama) ialah kambing atau domba jantan karena biasanya lebih gemuk.

Dalam sebuah riwayat mengatakan:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengakikahi Al Hasan dan Al Husain, masing-masing satu ekor gibas (domba).” (HR. Abu Daud no. 2841. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Akan tetapi riwayat yang menyatakan dengan dua kambing, itu yang lebih shahih)

Melalui riwayat di atas dapat disimpulkan bahwa:

  • Hewan Aqiqah yang sesuai sunnah ialah domba ataupun yang semisal seperti kambing
  • Kambing aqiqah untuk anak laki-laki ialah dua ekor (usahakan besar kambing sama/tidak beda jauh), adapun untuk anak perempuan ialah satu ekor.

Kapan Waktu Terbaik Melaksanakan Aqiqah?

Aqiqah sebaiknya dilaksanakan pada hari ke-7 setelah kelahiran bayi, apabila hari ke-7 telah lewat, maka  aqiqah bisa dilaksanakan pada hari ke-14 ataupun hari ke-21. Hal tersebut berdasarkan riwayat:

“Dari Abdullah bin Buraidah dari Ayahnya, sesungguhnya Nabi Besabda,” Aqiqah disembelih pada hari ketujuh atau empat belas atau kedua puluh satu.”

Cara Pelaksanaan Aqiqah

Berikut hal-hal yang harus dilakukan dalam pelaksanaan aqiqah:

  • Membaca Basmallah sebelum menyembelih hewan untuk aqiqah
  • Lalu membaca sholawat untuk Nabi Muhammad SAW
  • Disembelih oleh orang yang mengerti tentang aqiqah dalam islam
  • Daging aqiqah bisa dibagi tiga: untuk dimakan sendiri, diisedekahkan kepada fakir miskin, dan dihadiahkan kepada tetangga, kerabat, dan sanak saudara.
  • Daging aqiqah disunnah dimasak terlebih dahulu, lalu dibagikan. Sedangkan daging hewan qurban sunnah dibagikan dalam keadaan mentah




 

Doa Menyembelih Aqiqah

Menyembelih hewan aqiqah boleh dilakukan sendiri jika mengerti persyaratan dan tata caranya dengan baik.  Boleh juga diwakilkan oleh orang lain seperti ustadz atau tukang jagal.

Umumnya, penyembelihan hewan aqiqah dilakukan pada pagi hari agar ketika siang, daging aqiqah bisa dimasak, lalu dibagi-bagikan.

Sebelum pelaksanaan, orang yang akan menyembelih hewan aqiqah hendaknya membaca niat terlebih dahulu (sebelum pisau/alat potong memotong leher hewan aqiqah).

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ [ اللهم مِنْكَ وَلَكَ ] اللهم تَقَبَّلْ مِنِّي هَذِهِ عَقِيْقَةُ

Bismillaahi wallaahu Akbar. Allahumma minka wa laka. Allahumma taqabbal minni. hadzihi ‘aqiqatu… (sebut nama bayi)

Artinya :
“Dengan menyebut nama Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, dari dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dari kami. Inilah aqiqahnya … (sebut nama bayi).”

Doa Setelah Menyembelih Hewan Aqiqah

Setelah selesai menyembelih hewan aqiqah, hendaknya membaca dzikir dan doa untuk menyempurnakan ibadah aqiqah.

اللهم احْفَظْهُ مِنْ شَرِّالْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَأُمِّ الصِّبْيَانِ وَمِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَالْعِصْيَانِ وَاحْرِسْهُ بِحَضَانَتِكَ وَكَفَالَتِكَ الْمَحْمُوْدَةِ وَبِدَوَامِ عِنَايَتِكَ وَرِعَايَتِكَ أَلنَّافِذَةِ نُقَدِّمُ بِهَا عَلَى الْقِيَامِ بِمَا كَلَّفْتَنَا مِنْ حُقُوْقِ رُبُوْبِيَّتِكَ الْكَرِيْمَةِ نَدَبْتَنَا إِلَيْهِ فِيْمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ خَلْقِكَ مِنْ مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ وَأَطْيَبُ مَا فَضَّلْتَنَا مِنَ الْأَرْزَاقِ اللهم اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَأَهْلِ الْقُرْآنِ وَلَا تَجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الشَّرِ وَالضَّيْرِ وَ الظُّلْمِ وَالطُّغْيَانِ

Allaahummahfadzhu min syarril jinni wal insi wa ummish shibyaani wa min jamii’is sayyiaati wal ‘ishyaani wahrishu bihadlaanatika wa kafaalatika al-mahmuudati wa bidawaami ‘inaayatika wa ri’aayatika an-nafiidzati nuqaddimu bihaa ‘alal qiyaami bimaa kalaftanaa min huqûqi rububiyyaatika al-kariimati nadabtanaa ilaihi fiimaa bainanaa wa baina khalqika min makaarimil akhlaaqi wa athyabu maa fadldlaltanaa minal arzaaqi. Allaahummaj’alnaa wa iyyaahum min ahlil ‘ilmi wa ahlil khairi wa ahlil qur’aani wa laa taj’alnaa wa iyyaahum min ahlisy syarri wadl dloiri wadz dzolami wath thughyaani.

Artinya :
“Ya Allah, jagalah dia (bayi) dari kejelekan jin, manusia ummi shibyan, serta segala kejelekan dan maksiat. Jagalah dia dengan penjagaan dan tanggungan-Mu yang terpuji, dengan perawatan dan perlindunganmu yang lestari. Dengan hal tersebut aku mampu melaksanakan apa yang Kau bebankan padaku, dari hak-hak ketuhanan yang mulia. Hiasi dia dengan apa yang ada diantara kami dan makhluk-Mu, yakni akhlak mulia dan anugerah yang paling indah. Ya Allah, jadikan kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al-Qur’an. Jangan kau jadikan kami dan mereka sebagai ahli kejelekan, keburukan, aniaya, dan tercela”

Demikian doa menyembelih aqiqah dan penjelasan seputar aqiqah. Semoga bermanfaat!