Acara syukuran cukur rambut bayi? Cek dalil, doa mencukur rambut bayi, doa saat mengusap ubun-ubun bayi, baik bahasa Arab, latin beserta artinya di sini! Baca juga ketentuan mencukur rambut bayi sesuai syariat Islam ya :).

Sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat umum untuk mencukur rambut bayi. Ada yang melaksanakan pada hari ke 7 setelah kelahiran, ada juga 40 hari setelah kelahiran si bayi. Lalu bagaimanakah hal tersebut dipandang menurut kacamata agama islam yang sesuai syariat?

Kapan acara potong rambut bayi menurut islam?

Diantara hal-hal yang disyariatkan islam untuk anak yang baru lahir adalah mencukur rambut bayi pada hari ke tujuh dari kelahirannya.Kemudian rambut tersebut ditimbang dan berat dari rambut tersebut adalah jumlah yang harus disedekahkan kepada orang muslim yang miskin.

Dalam kitab Al Muwaththa, Imam Malik meriwayatkan sebuah hadits dari Ja’far Ibnu Muhammad dari ayahnya ia berkata: “Fatimah RA menimbang rambut Al-Hasan dan Al-Husain, lalu bersedekah dengan perak seberat rambut tersebut. Zainab dan Ummu Kulsum (juga melakukan hal yang sama)”.

Diriwayatkan dari Ali RA yang telah mengatakan bahwa Rasulullah SAW mengaqiqahi Hasan dengan kambing lalu beliau bersabda, “Wahai Fatimah, cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak seberat rambutnya.”

Terlepas dari pertimbangan medis, mencukur rambut bayi pada hari ketujuh kelahirannya adalah sunnah muakkad berdasarkan dalil di atas. Adapun bersedekah seberat rambut bayi yang sudah dicukur bisa menggunakan emas atau perak.

Contoh, apabila berat rambut bayi mencapai 3 gram dan harga perak di daerah kita sebesar Rp. 50.000/gramnya. Maka cara menghitungnya adalah Rp. 50.000 x 3gram = Rp. 150.000.

Dari hasil perhitungan tersebut, maka sedekah yang dikeluarkan berupa uang sebesar Rp. 150.000 untuk diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

Apakah Bayi Harus Digundul Sesuai Ajaran Islam?

Mengutip dari naylaaqiqah.com ketika mencukur rambut bayi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Ada beberapa larangan, contohnya melakukan Al-Qaz’u (memotong  sebagian rambut dan membiarkan sebagian lainnya)

Hal yang demikian pernah diceritakan oleh Ibnu Umar RA, diantara beberapa contoh yang termasuk Al-Qaz’u adalah sebagai berikut :

  1. Mencukur rambut pada bagian tengah kepala saja dan tidak merapikan rambut di sisi lainnya.
  2. Mencukur rambut pada bagian depan kepala dan membiarkan bagian belakangnya.
  3. Mencukur rambut secara acak-acakan/tidak beraturan

Hukum Mencukur Rambut Bayi Sebelum Aqiqah

“Seorang anak yang baru lahir tergadai dengan aqiqahnya, disembelih darinya (kambing) pada hari ketujuh kelahirannya, dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR. An-Nasa’I, Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Tujuan aqiqah adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas lahirnya anak laki-laki maupun perempuan. Sebagaimana telah dijelaskan dalam hadist berikut ini.

“Setiap anak ada aqiqahnya, sembelihlah aqiqah untuknya dan buanglah kotoran darinya(mencukur rambut bayi).” (HR. Bukhari).

Islam memang mengatur ketentuan dalam Aqiqah dan mencukur rambut bayi. Meski begitu, agama islam tidak memberatkan. Aqiqah dan cukur rambut pada hari ketujuh merupakan sunnah muakkad dan bukanlah sesuatu yang dihukumi wajib. Sehingga apabila orang tua si bayi belum mampu melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh, maka diperbolehkan mencukur rambut bayi terlebih dahulu.

Menurut pendapat para ulama, mencukur rambut boleh dilakukan kapan saja bahkan sebelum aqiqah. Hanya saja alangkah baiknya mengikuti anjuran Rasul yaitu pada hari ketujuh.

Doa Mencukur Rambut Bayi

Adapun doa mencukur rambut dan meniup ubun-ubun bayi sebagai berikut:

Doa Mencukur Rambut Bayi

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَللهم نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَنُوْرُالشَّمْسِ وَالْقَمَرِ,

اللهم سِرُّ اللهِ نُوْرُ النُّبُوَّةِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillahirrohmanirrohim, alhamdulillahi robbil aa’lamin. Allahumma nuurus samaawaati wa nuuru syamsi wal qomari.

Allahumma sirrullahi nurun nubuwwah rasulullah sallaallahu alaihi wasallam wal hamdu lillahi robbil aa’alamin.

 

Artinya:”Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Ya Allah, cahaya langit, matahari dan rembulan. Ya Allah, rahasia Allah, cahaya kenabian, Rasululullah SAW, dan segala puji Bagi Allah, Tuhan semesta alam,”.

Doa Meniup Ubun-Ubun Bayi

 اللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Allahumma inni u’iidzuhaa bika wadzurriyataha minas syaitooni rojiim.

 

Artinya:”Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan untuk dia dan keluarganya dari setan yang terkutuk,”.

Sumber:

Buku Dahsyatnya Mendidik Anak Gaya Rasulullah , Nurkholish Rif’ani

https://tirto.id/fVRo

https://naylaaqiqah.com/hukum-memotong-rambut-bayi-sebelum-aqiqah.html#:~:text=Menurut%20pendapat%20para%20ahli%20ulama,baik%20sebelum%20ataupun%20sesudah%20aqiqah.&text=Sejatinya%20memotong%20rambut%20di%20hari,bayi%20laki%2Dlaki%20maupun%20perempuan.