Ada pepatah “Hemat pangkal kaya.” Buat kamu yang ingin berhemat, coba deh cara menghemat pengeluaran uang belanja berikut ini :).

Cara Menghemat Pengeluaran

Harga bahan pangan dan kebutuhan yang sering mendadak naik, membuat sebagian orang cukup kewalahan. Pasalnya, ditengah perekonomian yang tidak stabil dan untuk bertahan hidup disaat pandemi saja sudah sulit. Kondisi perekonomian sebuah keluarga tidak selalu sama. Ada yang berlebih, cukup, ataupun berusaha mencukupkan diri. Meski begitu, tidak ada salahnya untuk berhemat sesuai kebutuhan.

Pada dasarnya, membengkaknya pengeluaran adalah saat kita harus membeli segala sesuatu. Baik karena faktor kebutuhan maupun keinginan. Nah, agar kamu dapat menghemat pengeluaran, ada baiknya keinginan yang bersifat konsumtif ditahan dulu ya.

“Saya sudah berhemat, belanja hanya sesuai kebutuhan, tapi pengeluaran masih saja besar, gimana dong?” Oke, tenang dulu. Kita bahas pelan-pelan ya.

Menjadi Produsen

Agar pengeluaran tidak membengkak, cobalah buat list kebutuhan. Coba analisa mana kebutuhan yang harus dibeli dan mana kebutuhan yang bisa disiasati. Kuncinya adalah memulai menjadi produsen untuk sesuatu yang masih bisa dibuat.

Contoh kebutuhan yang harus memang dibeli: listrik, kuota internet, gas, minyak dan lain-lain. Sedangkan yang bisa disiasati adalah kebutuhan pangan, sayuran bisa boleh hasil menanam, ikan hasil budi daya dalam kolam.

Bagaimana jika tak punya lahan? Gunakan barang bekas seperti ember dan kaleng sebagai tempat untuk menanam sesuatu yang memungkinkan ditanam di rumah kita . Saat ini marak sistem menanam dengan cara hidroponik, mulai dari menggunakan pipa hingga cup bekas air mineral. Bahkan budidaya ikan pun saat ini bisa menggunakan ember besar. Teman-teman bisa lihat banyak tutorialnya di Youtube.

Jika teman-teman punya lahan yang luas, itu kesempatan bagus. Lumayan kan…. kalau mau masak, cabai dan sayur tinggal petik.

Simple Life

Untuk para emak yang punya anak, pernah ngalamin nggak anak minta jajan, pedahal dompet meringis?:) Untuk menghindari kebiasaan konsumtif, emak bisa ajak anak-anak untuk membuat cemilan berbahan dasar dengan harga terjangkau, namun mengenyangkan.

Selain pengeluaran lebih efektif, membuat cemilan adalah proses belajar bagi anak. Belajar bahwa jika ingin sesuatu harus bersabar dengan proses, belajar untuk mengenal makanan rumahan lebih menyehatkan, mengajarkan kepada anak untuk bersyukur apapun rezeki yang Allah berikan. Ini merupakan simple life (gaya hidup sederhana) namun tidak melewatkan esensi dari kehidupan. Makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan.

Hindari Perilaku Konsumtif

Menurut Setiaji (1995), perilaku konsumtif adalah kecenderungan seseorang berperilaku berlebihan dalam membeli sesuatu dan membeli secara tidak terencana. Sebagai akibatnya mereka kemudian membelanjakan uangnya dengan membabi buta dan tidak rasional, sekedar untuk mendapatkan barang-barang yang menurut anggapan mereka dapat menjadi simbol keistimewaan.

Orang dengan perilaku konsumtif dapat membuat pengeluarannya menjadi besar. Oleh sebab itu, cara pintar menghemat pengeluaran adalah dengan menghindari perilaku konsumtif. Bukan pelit, tetapi berusaha efektif dalam hal pengeluaran. Tidak membeli sesuatu yang sudah punya dan benda yang hanya digunakan jangka waktu pendek (cepat rusak).

Berusaha Untuk Kreatif

Cara pintar menghemat pengeluaran selanjutnya adalah dengan menjadi orang yang kreatif. Pernah merasakan momen dimana anak minta dibelikan mainan? Sesekali kalau kantong mendukung sih gak papa ya :). Masalahnya, selain bisa bikin kantong jebol, kalau keseringan beli mainan juga bisa memicu perilaku konsumtif. Tidak perlu selalu membeli mainan. Emak bisa mengajarkan anak-anak untuk menggunakan barang bekas pakai untuk membuat mainan.

Melakukan Perbandingan Harga

Cara yang satu ini, bagi sebagian orang dianggap memakan waktu. Tetapi melihat perbandingan harga cukup efektif sebagai cara pintar menghemat pengeluaran. Tidak perlu survey ke tempat berbeda dalam satu waktu. Untuk melihat  perbandingan harga bisa dengan mengingat harga terakhir dari sebuah produk yang kamu beli di toko atau warung.

Jika emak sering berbelanja di swalayan atau  minimarket, biasanya mereka punya akun sosmed dan share katalog promo di Facebook, IG atau website. Tinggal cek secara online deh.

Demikian cara pintar menghemat pengeluaran yang bisa kamu lakukan. Dengan berhemat, emak bisa menyimpan sebagian uang untuk tabungan, investasi dan lain-lain. Meski berhemat, sesekali bolehlah memanjakan diri :). Jangan sampai berhemat tapi tidak bahagia ya. Jangan lupa bersyukur dan berdoa agar selalu diberi kecukupan oleh yang Maha Kuasa.