Cara menenangkan anak tantrum bisa jadi sulit, saat kita belum melakukan teknik yang tepat. Berikut Cara Menenangkan Anak Tantrum yang bisa kamu coba :).

Saat menghadapi sesuatu yang tidak sesuai keinginan, anak mudah kesal. Bagaimana cara menenangkan Anak yang sedang marah atau  tantrum? Ketika anak sedang marah, ia akan mengeluarkan emosi negatif pada dirinya. Beberapa anak terkadang mengekspresikan marah dengan ucapan, tindakan atau tangisan. Saat anak marah dan menggebu-gebu, tak jarang orang tua ikut kesal karena emosi si kecil yang tak kunjung reda.

Anak Sedang Tantrum, Bagaimana Menyikapinya?

Cara menenangkan anak tantrum yang paling penting adalah orang tua tetap harus tenang. Karena memarahi anak yang sedang marah, tidak akan menyelesaikan masalah. Untuk meredakan emosi anak, yang bisa orang tua lakukan adalah:

Beri Pelukan

Cara menenangkan anak tantrum yang pertama adalah coba dekati dan beri pelukan. Sentuhan fisik dapat menurunkan emosi yang meluap-luap. Jika kondisi anak sulit ditenangkan, biarkan sejenak. Posisikan diri di dekat anak, tetap tunjukkan bahwa kamu memberi perhatian padanya. Meski hanya memperhatikannya dengan tenang dan membiarkan ia melepas emosi negatif. Tatap mata anak dan dengarkan keluhannya. Biarkan anak meluapkan rasa kesalnya, karena emosi negatif perlu dikeluarkan.

Berikan respon sederhana untuk menandakan bahwa orang tua sedang mendengarkan. Hindari memberi nasihat saat kondisi anak sedang marah. Karena anak tidak bisa mencerna saat dalam kondisi marah.

Bantu Anak Mengenali Perasaannya

Cara mengatasi anak tantrum yang kedua adalah dengan membantu anak mengenali perasaannya. Saat anak selesai bicara dan meluapkan kekesalannya, tanyakan mengenai perasaannya . “Adek marah ya? Rasanya ada sesuatu di sini (sambil memegang dada) yang membuat kamu tidak nyaman.”

Biasanya anak mulai mereda, saat ia tahu bahwa orang tua mengerti perasaannya. Beri tahu bahwa yang sedang ia rasakan adalah marah. Sebutkan tingkah laku anak dan kaitkan dengan emosinya.

“Kamu teriak-teriak karena marah ya?” atau “Kamu lempar mainannya karena marah ya?”

Bantu Anak Mengatasi Perasaannya

Cara menenangkan anak tantrum yang ketiga adalah dengan mengajarkan anak untuk mengelola emosinya. Minta anak untuk menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan. Hal ini dapat membantu untuk meredakan emosi negatif, termasuk marah. Jika anak adalah seorang muslim, ajarkan anak untuk mengucapkan taawudz atau istighfar juga.

Membaca taawudz:

Audzubillahi Minas Syaitonir rojiim

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk.”

Beri penjelasan pada anak, bahwa saat ia kesal syetan akan berada di sekelilingnya. Syetan akan membisikkan kata-kata yang membuat anak marah dan membuatnya melakukan hal yang tidak baik. Beri tahu anak bahwa dengan mengucapkan taawudz, syetan tidak akan mengganggu.

Selain membaca taawudz, ajarkan membaca istighfar saat anak marah.

Astaghfirullahal Adzim

“Aku meminta ampun kepada Allah yang Maha Agung”

Emosi negatif akan mereda jika beristighfar  sambil menarik nafas perlahan lalu menghembuskannya. Beri contoh langsung, sehingga anak bisa ikut mempraktekkannya.

Berikan Batasan

Cara menenangkan anak tantrum selanjutnya adalah dengan memberi batasan. Perhatikan emosi anak. Jika ia masih terlihat kesal, biarkan ia mengeluarkan emosi negatif yang ada pada dirinya hingga selesai. Jika sudah tenang, barulah orang tua memberi nasihat. Beri tahu anak bagaimana cara mengekspresikan emosinya dan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat marah.

“Kamu boleh marah, tetapi tidak teriak-teriak secara berlebihan ya. Nanti tenggorokannya sakit.”

“Kalau kamu kesal, boleh marah. Asalkan tidak merusak benda dan menyakiti orang lain ya.”

Baca Juga: Cara Menyikapi Anak Yang Sedang Bertengkar

Jelaskan konsep sebab akibat. Beri tahu anak apa dampak negatif jika mengekspresikan kemarahan dengan melempar, memukul, berteriak atau hal-hal lain yang tidak baik.

Keempat hal berikut bisa dilakukan saat anak tantrum. Tetapi yang lebih penting dari itu adalah bagaimana cara orang tua memberi contoh. Anak cenderung mengekspresikan kemarahannya dari apa yang pernah ia lihat. Baik dari keluarga, lingkungan sekitar atau bahkan tontonan.

Jika anak melihat orang yang menekspresikan kemarahan dengan hal yang tidak baik, ajak anak menghindar. Beri penjelasan pada anak bahwa apa yang ia lihat bukanlah hal baik.

Demikian cara menenangkan anak yang sedang marah. Semoga bermanfaat.