Akhir-akhir ini pemberitaan ramai tentang boikot produk Prancis. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kemarahan umat islam terhadap Presiden Prancis. Aksi ajakan untuk memboikot produk asal Prancis pun menjadi ramai. Tehitung dari akhir Oktober, boikot produk Prancis menjadi trending topic.

aksi-boikot-produk-prancis

Pernyataan Presiden Prancis membangkitkan sentimen umat muslim dunia. Dengan berpegang pada kebebasan berkarya, justru Emmanuel dianggap tidak menghormati kepercayaan umat muslim. Banyak dari umat muslim di seluruh dunia memboikot produk asal Prancis. Bahkan Timur tengah berjamaah memviralkan tagar BoycottFrenchProducts. 

Kemarahan umat Islam

Umat muslim dibakar kemarahan. Penyebabnya adalah pernyataan yang dianggap melukai hati umat muslim. Dilansir dari CNBC Indonesia, Presiden Prancis sudah membahas pertempuran radikalisme di Prancis di awal oktober. Menurut pemberitaan yang beredar, ada 4 hal pernyataan Emmanuel Macron:

1. Islam: agama yang sedang krisis diseluruh dunia.

2. Rencana Undang-Undang melawan separatisme islam. Ada upaya memisahkan    sejumlah umat muslim di Prancis dari persatuan negara.

3. Mengizinkan majalah satire Charlie Hebbo menerbitkan ulang karikatur Nabi Muhammad

4. Membela guru di Prancis yang dipenggal. Guru tersebut menunjukkan karikatur Nabi Muhammad.

Terkait pernyataan yang kontroversial, banyak dari pejabat Eropa yang berada di pihak Emmanuel Macron. Lain dengan negara yang mayoritas Islam, mereka geram dan mengecam. Termasuk Indonesia, Presiden Jokowi telah menyatakan bahwa Indonesia juga mengecam pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Aksi Boikot Produk Asal Prancis

Banyak barang-barang Prancis yang sudah mengglobal. Di sosial media bertebaran foto karyawan toko menyegel produk dan menuliskan “Boikot Produk Prancis”. Di Indonesia sendiri, banyak video public figure yang ikut menyerukan untuk memboikot produk asal Prancis.

Produk dan  perusahaan Prancis yang ada di Indonesia juga ikut terkena dampaknya. Mulai dari makanan, minuman, kosmetik, pesawat hingga hotel. Boikot ini dilakukan setidaknya sampai Emmanuel meminta maaf kepada muslim di seluruh dunia. Sebagian besar menganggap kemarahan umat islam sebagai peringatan. 

Rasa cinta kepada Nabi Muhammad menimbulkan reaksi secara massal.  Aksi ini dianggap bentuk pembelaan kepada Baginda Nabi. Dalam kondisi marah, seseorang bisa melakukan apa saja. Dalam agama islam, marahpun memang diperbolehkan dengan syarat dan ketentuan. Reaksi marah dan membabi buta bisa merugikan orang lain.

Baginda Nabi Muhammad SAW juga pernah marah. Bersahajanya beliau, tidak mengucapkan kata negatif saat sedang marah. Meski marah, beliau tetap tenang dan menggunakan bahasa yang tepat. 

Baca Juga :Hubungan Nilai Kebebasan Prancis Dengan Karikatur Nabi

10 Jenis Kemarahan

Setiap orang memiliki cara berbeda untuk meluapkan emosinya. Respon yang dikeluarkan seseorang saat marah berbeda-beda. Banyak orang berfikir bahwa marah itu suara nada tinggi ataupun bersifat merusak.  Dilansir dari klasika kompas yang mengutip dari lifesupportcounselling.com, ada 10 jenis marah. Berikut jenis-jenis kemarahan dan reaksinya:

 

 

1. Assertive anger

Orang dengan tipe ini cenderung menahan diri dari kata-kata kasar. Menghindari konfrontasi dan tidak memperlihatkan kemarahan. Assertive anger mampu memotivasi dan menenagkan diri.

2. Behavioural anger

Tipe ini cenderung agresif dan ekspresif. Tanpa ragu, ia akan mengekspresikan kemarahan dengan tindakan, baik terhadap benda maupun orang. Saat marah, bisa saja langsung menyerang seseorang atau merusak benda. 

Kemarahan yang tidak bisa diprediksi ini bisa menimbulkan efek negatif. Jika kamu termasuk tipe ini, sebaiknya kontrol emosi dengan mengatur nafas. Tenangkan diri dengan beralih ke tempat lain. Agar emosi tidak semakin menjadi-jadi. Jika kamu muslim, ucapkan ta’awudz atau istighfar.

3. Chronic anger

Cenderung menyalahkan diri sendiri dan menahan marah. Tipe ini dapat berpotensi membuat frustasi. Jika tidak diperbaiki, emosi yang tertahan bisa merusak kesehatan. Emosi memang perlu diluapkan, tetapi dengan cara yang baik, ya guys?.

4. Judgmental anger

Jenis kemarahan ini biasanya karena menerima ketidakadilan. Konsep adil ataupun ketidakadilan relatif menurut sudut pandang. Pelaku kemarahan mungkin saja menganggap dirinya benar. Perbedaan sudut pandang bisa saja menganggapnya sebagai negatif.

5. Overwhelmed anger

Kemarahan jenis ini biasanya karena merasa tertekan. Memiliki tanggung jawab yang terlalu banyak, sehingga tidak mampu melawan stress. Perasaan ini biasanya muncul karena merasa di luar batas kemampuan dan frustasi. Akkibatnya marah menjadi tidak terkontrol.

6. Passive agressive anger

Tidak menunjukkan kemarahan secara langsung, tipe ini memilih bersikap sinis. Terkadang ada juga yang menyalahkan kejadian. Orang sering merasa ambigu dan dibuat bingung oleh tipe Passive Agressive Anger. Komunikasi asertif bisa jadi solusi untuk  tipe kemarahan ini.

7. Retaliatory anger

Kemarahan jenis ini biasanya ditunjukkan dengan balas dendam. Untuk membalas dendan, tipe ini memiliki perencanaan dan persiapan. Retaliatory Anger akan sangat berbahaya jika tidak diredam.

8. Self-Abusive Anger

Merasa putus asa, disakiti, tidak berharga dan malu sering dirasakan tipe ini. Self-Abusive Anger cenderung menyalurkan kemarahan pada diri sendiri. Ada yang menyakiti diri sendiri dan ada pula yang mengutuk diri sendiri.

9. Verbal anger

Kemarahan jenis ini sering melukai perasaan orang lain. Tipe ini mengekspresikan kemarahan dengan teriakan, kritik yang menyalahkan, sarkasme bahkan mengancam. Verbal anger berpotensi menyerang secara psikologis terhadap lawan bicara.

10. Votatile anger

Rollercoaster cocok untuk menggambarkan tipe kemarahan ini. Respon dan ekspresi votatile anger cenderung naik turun. Secara tiba-tiba bisa menggebu, tetapi tiba-tiba kembali tenang. Beberapa orang menganggap tipe ini aneh, karena sering berubah-ubah seketika.

Marah adalah salah satu emosi yang ada pada manusia. Aneh jika ada orang yang tidak pernah marah. Yang berbeda adalah cara mengekspresikannya. Secara psikologi pun, marah adalah sesuatu yang harus diekspresikan. Menahan marah secara berlebihan tidak baik untuk kesehatan.

Meski diperbolehkan, bukan berarti bisa marah kapan dan pada siapa saja. Marah tetap harus dengan cara yang tepat. Yang paling penting adalah cara mengekspresikan kemarahan itu sendiri. Jika berlebihan akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Apabila kemarahan dipendam, maka bisa menjadi bom waktu. Yang bisa meledak kapan saja dengan ledakan besar.

Manajemen emosi sangat diperlukan untuk mengontrol diri. Bukan hanya marah, emosi identik dengan perasaan. Ada emosi negatif dan positif. Emosi bisa berupa perasaan bahagia, sedih, takut, khawatir dan marah.

Peran emosi sangat berperan penting bagi manusia. Emosi dapat mempengaruhi keputusan yang dibuat oleh seseorang. Hubungan seseorang juga akan baik ataupun tidak tergantung kedua pihak mengelola emosi. 

Sebelum menggunakan emosi secara berlebihan, baiknya pahami permasalahan terlebih dahulu. Terutama saat mengekspresikan kemarahan. Jika ada hal buruk yang membuatmu marah, tenangkan diri sesaat dan pahamilah. Pastikan kemarahanmu beralasan. Sebab, marah yang membabi buta dalam kesalahpahaman bisa mempermalukan diri sendiri.

Dalam kasus boikot produk Prancis, umat muslim memang marah. Siapa yang tak marah jika orang yang dicintainya dihina? Itu adalah hal yang wajar. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana caramu menunjukkan cinta kepada nabi? Apa dengan share ajakan boikot? Sebelum share berbagai ajakan atau informasi, sudahkah mencoba mencari tahu kebenarannya?

Layaknya kebaikan yang menjadi amal jariyah jika disebarkan, begitu pula keburukan.  Jika Anda muslim, mari kita tunjukkan sikap kecintaan kita. Jika cinta kepada nabi, teladani akhlaknya. Sebagai muslim, sudahkah meneladani akhlaknya, termasuk saat marah? Sudahkah membaca shalawat hari ini?

Apa yang kita lakukan akan menunjukkan kualitas diri kita. Mari sama-sama kita tunjukkan kualitas islam yang rahmatan lil aalamin. Islam yang bersahaja, islam yang berwibawa. Semarah apapun, tetap berusaha untuk mengontrol diri. Karena ulama terdahulu pun pernah mengatakan:                                                                                             

 اَوَّلُ اْلغضبِ ُجنوْنٌ وَآخرُهُ ندَمٌ 

“Awal dari sebuah kemarahan adalah kegilaan, dan akhirnya adalah penyesalan.”

Sekali lagi pastikan alasan untuk kemarahan. Dan pastikan alasan kemarahan adalah hal yang benar. Berfikir dulu, baru boleh marah. Bukan marah dahulu berpikir kemudian. Kemarahanmu, menunjukkan kualitas dirimu, ingat…ingat… ting?.