Ayat tentang sabar menjadi pengingat dan penyemangat bagi kita saat berada di titik terendah. Dimana hati & pikiran tak bisa merasa dan berpikir dengan jernih.

Ayat tentang sabar, lagi-lagi mengingatkan kita untuk tetap berusaha mengatur emosi agar tetap stabil. Terlebih lagi untuk para orang tua yang memikul tanggung jawab besar dalam menjalankan roda kehidupan keluarga agar tetap stabil.

Faktanya, seringkali berbagai kewajiban seakan membebani pundak dan saat terasa lelah dengan semua itu, tak jarang anak menjadi sasaran. Ayah atau ibu bisa secara tiba-tiba sulit mengontrol emosi dan tindakan kepada anak. Anak menjadi pelampiasan kekesalan, kemarahan, kesedihan dan segala emosi negatif dari orang tua.

Pedahal, anak adalah titipan. Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban atas apa yang kita lakukan sebagai orangtua kepada anak. Di sisi lain, pahala mengalir deras juga akan diberikan pada orangtua yang mampu mengurus dan mendidik putra-putrinya sesuai dengan tuntunan Islam. Ganjaran pahala yang berlipat juga diberikan kepada orang-orang yang senantiasa bersabar.

Parenting Islami, Cara Mendidik Anak Ala Luqmanul Hakim

Arti Sabar Dalam Islam

“Sabar” berasal dari bahasa Arab: sobaro yasbiru, artinya menahan. Secara sederhana sabar ialah kemampuan menahan diri dalam keadaan yang tidak menyenangkan untuk tidak bereaksi atau bertindak ke arah yang tidak baik.

Dapat dikatakan bahwa makna sabar secara lebih luas ialah menahan diri untuk tidak mudah marah, tidak mudah putus asa, berkeluh kesah, dendam atau membenci. Dalam islam sendiri, makna sabar dikaitkan dengan kemampuan  melatih diri untuk tetap dalam  ketaatan dan membentengi diri untuk tidak melakukan perbuatan keji dan maksiat.

Ayat Tentang Sabar

Praktek sabar memang tidak semudah mengucapkannya, tak heran bahwa banyak ayat tentang sabar yang dibahas didalam Alquran beserta keistimewaannya, diantaranya:

Surah Az-Zumar ayat 10

قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗلِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗوَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ۗاِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ – ١٠

“Katakanlah (Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah pada Tuhanmu.” Untuk orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan mendapat kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.”

Surah Al-Baqoroh ayat 153

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ – ١٥٣

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) melaui sabar dan salat. Sungguh, Allah bersama orang-orang yang sabar.”

Surah Al-Anfal ayat 46

وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَۚ – ٤٦

“Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar.”

Surah Asy-Syura ayat 43

وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ اِنَّ ذٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْاُمُوْر

“Tetapi barangsiapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia.”

Surah Ali Imron ayat 42

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad dan orang-orang yang bersabar di antara kamu.”

Surah Al-Anfal ayat 66

 

الْآنَ خَفَّفَ اللَّهُ عَنْكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا فَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ صَابِرَةٌيَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ أَلْفٌ يَغْلِبُوا أَلْفَيْنِ بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

Sekarang Allah telah meringankan kamu karena Dia mengetahui bahwa sesungguhnya ada kelemahan padamu. Maka jika di antara kamu ada seratus orang yang bersabar, niscaya mereka mampu mengalahkan dua ratus (orang musuh); dan jika di antara kamu ada seribu orang yang bersabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Dan Allah ada bersama orang-orang yang sabar. “

Surah Al-Hud ayat 11

إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

Kecuali orang-orang yang bersabar dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.”

Surah Hud ayat 49

تِلْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهَا إِلَيْكَ مَا كُنْتَ تَعْلَمُهَا أَنْتَ وَلَا قَوْمُكَ مِنْ قَبْلِ هَذَا فَاصْبِرْ إِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ

Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), tidak pernah engkau mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah, sesungguhnya kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”

Ayat tentang sabar di atas hanyalah sebagian kecil dari pembahasan sabar. Jika diperhatikan, praktek sabar memiliki cakupan yang luas dalam aspek kehidupan. Oleh karena itu, selama seorang manusia masih bernafas, maka ia akan mendapat tugas untuk bersabar. Allah telah menegaskan bahwa orang-orang yang bersabar akan mendapat ampunan, kesempurnaan pahala tanpa batas dan selalu dibersamai Allah.

Balasan Untuk Orang Tua Yang Sabar Dalam Mendidik Anak

Bukan Cuma terhadap kesulitan hidup, dalam Alquran surah Al-Anfal ayat 28 juga menjelaskan bahwa anak adalah menjadi cobaan bagi orang tuanya. Oleh sebab itu, kita harus bersabar dalam mendidik anak agar menjadi pribadi yang sholih dan sholihah. Bersabar menahan diri dari segala jenis kemaksiatan adalah contoh yang nyata dalam mendidik anak. Lalu balasan apa yang didapatkan oleh para orang tua yang sabar mendidik anak?

Hadits Rasulullah Mengenai Keutamaan Mendidik Anak Perempuan

Pahala Untuk Ibu Yang Merawat & Menyusui

Merujuk pada surah Albaqoroh ayat 233 mengenai perintah untuk menyusui anak selama 2 tahun, sudah dipastikan bahwa apa yang Allah perintahkan adalah suatu kebaikan. Orang yang menjalankan perintah Allah dan melakukan kebaikan akan mendapatkan ganjaran pahala dari Allah.

Pahala Untuk Setiap Penghidupan

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Satu dinar yang kau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang kau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang kau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar (dari amalan kebaikan yang disebutkan tadi)” (HR. Muslim).

 

Dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa setiap penghidupan dan nafkah yang diberikan orang tua pada anaknya memiliki nilai pahala yang besar.

 

Pahala Amal Jariyah

 

Rasulullah Saw bersabda “Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat,  doa anak yang sholeh.’’ Melalui hadits ini dapat dipahami bahwa apabila orang tua dapat menjalankan tugasnya mendidik anak menjadi sholih, maka orang tua itu mendapat pahala oleh sebab anak sholih yang selalu mendoakannya.

 

Pahala Mengajarkan Kebaikan

Siapa menyeru kepada petunjuk, ia mendapatkan pahalanya seperti pahala yang diperoleh orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala mereka. Dan siapa yang menyeru kepada kesesatan, ia mendapatkan dosa seperti dosa yang didapatkan pengikutnya tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka.” (HR. Muslim)

 

Setiap hal baik yang diajarkan orang tua kepada anak, lalu si anak melakukan kebaikan tersebut, maka orang tua juga mendapatkan pahala yang sama tanpa mengurangi pahala anak.

 

Kebaikan Di Akherat

Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seorang hamba yang sholeh di surga, lalu ia bertanya: Wahai Tuhanku, darimana aku dapatkan semua ini? Kemudian Allah menjawab: Dengan sebab istighfar anakmu untuk dirimu.” (HR. Ahmad)

 

Hadits di atas menjelaskan bahwa anak yang sholih dapat mengangkat derajat orang tuanya. Jangankan diakhirat, bahkan di dunia saja ada banyak kebaikan yang bisa datang disebabkan anak yang sholih/sholihah.

 

Tanpa disadari, setiap hal baik yang kita lakukan ada pahala yang selalu menyertai dan dicatat oleh malaikat Raqib. Meski itu hanya mengajarkan anak untuk mengucap bismillah. Bisa dikatakan, anak adalah ladang pahala bagi orang tuanya. Oleh karena itu, orang tua harus bersabar melalui setiap proses untuk mencetak generasi yang sholih.

Allah tidak akan mengingkari janji-Nya. Melalui ayat tentang sabar di dalam Alquran, Allah senantiasa berkali-kali menegaskan bahwa Ia selalu ada bersama orang-orang yang sabar. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang bersabar dalam segala hal. Aamiin.