Sering merasa badan tidak enak saat bangun tidur? Sudahkah mengamalkan adab tidur dalam islam? Adab tidur merupakan salah satu faktor pendukung agar tubuh terasa segar saat bangun.

Meski tidur adalah salah satu cara tubuh beristirahat, sayangnya tidak semua orang merasakan hal itu. Masih ada orang yang setelah bangun tidur, justru badan terasa berat. Termasuk saya, pernah juga mengalaminya.

Setelah mencari tahu, kondisi yang tidak segar saat bagun tidur bisa disebabkan oleh beberapa hal. Seperti pola tidur yang tidak teratur, posisi tidur dan waktu tidur yang kurang atau tidak sesuai. Dalam agama yang saya anut, Islam sudah mengajarkan adab tidur.

Sebagai seorang muslim, tentunya ini menjadi bahan intropeksi untuk saya. Agar tidur saya menjadi waktu istirahat yang berkualitas, saya mencoba menerapkan adab tidur sesuai anjuran agama. Meski begitu, jika pembaca adalah non muslim, tetap bisa mempraktekkan beberapa poin.

Adab Tidur Dalam Islam

Secara singkat, adab bisa disebut aturan atau tata cara. Islam sudah mengatur hal-hal yang harus kita lakukan sebelum, saat tidur dan sesudah bangun dari tidur. Berikut adab tidur yang diajarkan agama islam:

• Berwudhu sebelum tidur.

Wudhu adalah simbol dari kebersihan. Agama menganjurkan kita untuk membersihkan diri sebelum tidur. Selain berwudhu, kita juga bisa menggosok gigi dan membersihkan muka.

• Bersihkan tempat tidur.

Adab  sebelum tidur selanjutnya adalah membersihkan tempat tidur. Karena tempat tidur yang kotor membuat tidur tidak nyaman dan terasa gatal.

• Memulai tidur dengan posisi miring ke arah kanan.

Selain sunah rasul, penelitian membuktikan bahwa tidur dengan cara ini bermanfaat untuk kesehatan. Diantaranya mengistirahatkan otak sebelah kiri, mengurangi beban jantung, mengistirahatkan lambung, mengistirahatkan kantung empedu dan pankreas, dan masih banyak lagi.

• Posisi tidur tidak tengkurap.

Hal yang dilakukan Rasul selalu memiliki alasan tersendiri. Tidur tengkurap akan membuat organ dalam seperti jantung, paru-paru tertekan.

• Mematikan lampu.

Menurut penelitian, tubuh akan memproduksi hormon melatonin saat tidur tanpa cahaya. Hormon melatonin berfungsi untuk kekebalan tubuh dan mencegah berbagai penyakit.

• Membaca ayat kursi.

 

• Berdzikir

Membaca subhanallah, alhamdulillah, allahu akbar. Masing-masing dilafadzkan sebanyak 33x.

• Hadapkan telapak tangan ke muka dan membaca surat:

   Al-ikhlas, Al-falaq, An-naas.Masing-masing 3x, lalu usap bagian            tubuh yang bisa dijangkau.

• Membaca doa tidur:

بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ

Bismika Allahumma ahya wa bismika amuut

“Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup, dan dengan nama-Mu aku mati”. (HR.Bukhari dan Muslim).

Selain adab tidur yang disebutkan, Rasulullah SAW juga pernah bersabda mengenai hal-hal yang harus dilakukan sebelum tidur.

– “Jika engkau akan tidur, bacalah surah Al-ikhlas 3 kali. Maka seakan-akan engkau telah mengkhatamkan Alquran.”

– “Bacalah shalawat untukku dan untuk para nabi sebelum aku. Maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat.”

– “Beristighfarlah untuk para mukminin, maka mereka akan meridhoi engkau.”

Begitulah adab tidur yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Setelah mempraktekkannya, alhamdulillah hati saya merasa lebih tenang. Tidur pun jadi lebih nyenyak serta bangun dalam keadaan segar.

  • Setelah bangun tidur, dianjurkan pula berdoa:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

Alhamdulilaahi ladzi ahyaana ba’da maa amatanaa wailaihi nusyur.

“Segala puji bagi-Mu, ya Allah, yang telah menghidupkan kembali diriku setelah kematianku, dan hanya kepada-Nya nantinya kami semua akan dihidupkan kembali.” (HR.Ahmad, Bukhari, dan Muslim).

Selamat mempraktekkan. Selain tidur menjadi berkualitas, sebagai muslim kita juga mendapatkan pahala mengikuti sunnah nabi.