Kegiatan motorik halus harus disertakan dalam aktivitas si kecil. Sebab, motorik halus merupakan aspek perkembangan yang sangat penting dan akan berpengaruh pada  proses belajarnya nanti. Pernahkah melihat anak kesusahan saat memegang pensil? Penyebab anak terlihat kaku menggunakan alat tulis adalah stimulasi motorik halus yang kurang.

Kegiatan Untuk Stimulasi Motorik Halus 

Kegiatan motorik halus dapat menstimulasi kemampuan motorik anak. Sehingga pada saat anak akan belajar menulis, ia sudah siap. Kematangan syaraf dan ototnya juga sudah mumpuni. Dengan begitu anak tidak akan kaku saat memegang pensil dan belajar menulis.

 

Motorik Anak: Motorik Halus, Motorik Kasar & Cara Melatihnya

Menulis adalah suatu proses yang bermula dari coretan yang membentuk garis dan lengkungan. Jadi rasanya kurang tepat, jika kita langsung meminta hasil tulisan anak persis seperti yang dicontohkan. Butuh proses dan stimulasi motorik halus yang cukup agar hasil tulisan terlihat lebih maksimal.

Stimulasi motorik halus sendiri, terbilang cukup mudah. Berikut cara stimulasi motorik halus si kecil melalui kegiatan sederhana:

Bermain plastisin

Selain untuk bersenang-senang dan melatih daya imajinasi anak, bermain plastisin juga dapat menstimulasi motorik halus anak. Saat bermain plastisin, tangan dan jari anak akan mengepal, meremas, dan membentuk sesuatu. Hal ini akan menguatkan otot-otot kecil pada jari anak.

Merobek Kertas

Sekilas kegiatan ini seperti hal sepele, toh hanya merobek-robek dan membuat berantakan. Ettss…tapi jangan terlalu cepat menyimpulkan ya, Moms:). Saat merobek kertas, anak akan menggunakan jari-jari tangannya dan memperkuat motorik halusnya.

Agar tidak berantakan, jangan lupa siapkan tempat untuk menaruh potongan-potongan kertas yang sudah disobek dan meminta anak untuk menaruhnya di tempat itu.

Mengancing baju

Bagi balita dan anak usia dini, mengancing baju bisa jadi hal yang tidak mudah. Karena ia harus berkonsentrasi menyesuaikan gerakan tangan dan jari-jarinya agar dapat melepas atau memasang kancing dengan benar. Selain bermanfaat untuk motorik halus si kecil, mengancing baju juga bisa melatih kesabaran, kemandirian dan fokus loh:).

Membantu ibu memasak di dapur

Saat beraktivitas di dapur, Moms bisa mengajak si kecil. Ia pasti akan senang karena dapat membantu dan bereksplorasi. Kegiatan di dapur yang bisa menguatkan kemampuan motorik halus, seperti: memetik sayuran, mengupas bawang, menuang minyak ke wadah, memotong sosis, dan memarut keju.

Melipat, menggunting dan menempel

Untuk kegiatan ini, Moms bisa mengajak anak menggunting sederhana mengikuti pola dan bertahap dari yang paling mudah seperti garis lurus. Jika sudah berhasil, bisa dilanjutkan menggunting kertas dengan bentuk lain. Misalnya: Moms bisa mengajak anak melipat kertas origami. Lipat membentuk geometri: seperti segitiga, segiempat dan persegi panjang. Setelah itu, anak menggunting bagian lipatan.

Mintalah anak untuk menempel bentuk-bentuk geometri tersebut menggunakan lem di atas kertas HVS. Dalam satu waktu, anak dapat manyelesaikan beberapa kegiatan.

Bermain lego dan Puzzle

Saat bermain lego, tangan dan jari-jari anak akan aktif untuk memasang, menyusun, mencari bentuk yang pas dan melepas kembali. Selain bermanfaat untuk motorik halus, bermain lego juga dapat mengembangkan daya imajinasi anak.

Begitu juga dengan puzzle, saat bermain puzzle jari-jari anak berusaha memasangkan potongan yang sesuai. Semakin banyak jari-jari tangan bergerak, semakin bagus untuk motorik halus. Selain untuk motorik halus, puzzle juga bermanfaat untuk melatih penyelesaian masalah.

Bermain dengan penjepit baju

Moms bisa mengajak anak untuk ikut menjemur baju loh. Jika tidak memungkinkan, manfaatkan penjepit bajunya saja?. Buatlah permainan yang menggunakan penjepit baju. Sediakan kartu angka 1-10, lalu minta anak untuk mengambil kartu dan menjepit kertas dengan penjepit baju sesuai jumlah yang tertulis.

Jika anak mengambil angka 5, maka ia harus mengambil 5 penjepit baju lalu menjepitkannya di kertas. Selain itu, anak juga bisa bermain menggantung foto dengan penjepit baju.

Membuat gelang atau kalung

Sediakan manik-manik dan ajak anak membuat gelang atau kalung. Kegiatan ini juga disebut meronce. Jari tengah, telunjuk dan jempol akan banyak berperan Saat memasukkan manik-manik ke tali. Penguatan otot ketiga jari ini bermanfaat untuk memegang pensil dengan benar.

Menggambar dan mewarnai

Agar terbiasa memegang pensil, ajak anak untuk menggambar bebas. Bebaskan imajinasi anak dalam menggambar. Apapun bentuk dan hasilnya, hargai sebagai hasil karya. Setelah itu, minta anak mewarnai gambar yang sudah dibuatnya.

Selain 9 kegiatan yang disebutkan, masih banyak lagi aktivitas harian yang dapat membantu menguatkan motorik halus. Biarkan anak bereksplorasi dalam berbagai permainan dan kegiatan. Cara stimulasi motorik halus yang tepat akan sangat membantu. Selain itu, orang tua atau pendamping harus memahami masa peka anak. Karena jika masa pekanya sudah terlewat, maka diperlukan usaha ekstra untuk memperbaikinya.

Kunci keberhasilan dari belajar adalah rasa percaya diri. Berikan selalu motivasi kata-kata positif saat anak belajar sesuatu. Yakinkan anak bahwa ia bisa melakukan dengan baik. Apapun hasil yang terlihat saat prosesnya, tetap hargai anak. Karena ia sudah melakukan yang terbaik sesuai kemampuannya.