Apakah ananda sering merasa kebingungan dengan beberapa tanggung jawabnya? Ajarkan anak tentang prioritas. Simak tips ajarkan prioritas pada anak.

Mengajarkan prioritas adalah hal yang mendasar untuk anak. Karena semakin bertumbuh besar, anak semakin mengenal hak dan kewajiban. Dalam proses pendewasan, anak akan beradaptasi dengan berbagai kewajiban. Ada banyak hal yang harus diketahui dan dikerjakan. Peralihan masa anak-anak menuju remaja membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Karena banyak hal yang harus dikerjakan, anak masih belum mengerti mana yang harus didahulukan. Seperti contoh saat siang hari, ada beberapa hal yang harus dikerjakan anak, yaitu makan siang, shalat dan menyapu. Bagi anak yang belum mengerti, ia bisa saja memilih menyapu atau makan terlebih dahulu. Pedahal ada shalat yang lebih baik dikerjakan di awal waktu.

Mengenalkan Prioritas Pada Anak

Ada beberapa tahapan yang harus dilalui untuk mengenalkan prioritas pada anak:

1. Jelaskan daftar pekerjaan yang harus dilakukan

Agar mengerti apa saja yang harus dikerjakan, ajarkan anak membuat daftar pekerjaan. Baik itu pekerjaan rumah atau tugas sekolah. Dengan mengetahui berapa banyak tugas yang ia punya, anak akan berlatih manajeman waktu. Anak harus membagi tugas untuk dilakukan dengan waktu yang ia punya.

Kemampuan ini akan sangat bermanfaat untuk kehidupan anak. Semakin bertumbuh dewasa, semakin diperlukan kemampuan manajeman waktu. Karena orang dewasa memiliki banyak kewajiban dan pekerjaan yang harus diselesaikan.

2. Kenalkan kewajiban pokok.

Dari sekian banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, pasti memili tingkat kebutuhan yang berbeda. Contoh, tugas sekolah dikumpulkan pada jam 8, merapikan kamar setelah bangun tidur, merapikan buku-buku yang ada di rak, membantu ibu memasak.

Latih logika anak dengan memberikan pertanyaan. Dari sekian banyak pekerjaan, mana yang harus didahulukan? Ajak anak identifikasi keuntungan dan kerugian memilih salah satu untuk didahulukan. Dengan begitu, anak akan mengenal pekerjaan mana yang bersifat harus segera dilakukan. Dan pekerjaan mana yang masih tetap aman walaupun pengerjaannya ditunda.

3. Ajarkan membedakan penting dan urgen

Saat dihadapkan pilihan membantu bersih-bersih rumah, menyiapkan sarapan atau menyiram bunga, mana yang akan didahulukan? Semua pekerjaan memang penting, tetapi saat anggota keluarga sudah duduk di meja makan, dari ketiga pilihan tersebut mana yang harus disegerakan?

Menggiring anak menentukan keputusan berdasarkan pertanyaan akan memperkuat olah pikir dan kemampuan analisa anak. Anak akan belajar membedakan mana hal penting dan mana hal yang sifatnya mendesak (urgen).

4. Ajarkan ketenangan

Banyaknya pekerjaan dalam satu waktu terkadang membuat anak merasa pusing. Meski terkesan berat untuk anak, tetapi ada proses pembelajaran di dalamnya. Pada kehidupan nyata, banyak tantangan yang harus ditakhlukkan. Oleh sebab itu, anak juga perlu dilatih memiliki daya juang yang tinggi dan mengatur strategi.

Pekerjaan serentak dalam waktu yang sama juga terkadang membuat anak menjadi terburu-buru. Agar hasil pekerjaan tetap maksimal, ajarkan anak melakukan tugasnya dengan fokus dan tenang. Sehingga hasilnya akan memuaskan dan tidak perlu perbaikan atau diulangi. Menyelesaikan pekerjaan dengan tergesa-gesa dan cepat dapat mempengaruhi hasilnya.

Mengajarkan manajeman waktu dan prioritas butuh hal yang nyata. Praktek dalam kehidupan langsung dapat memudahkan anak untuk mengerti. Jika pada prakteknya anak tidak langsung mengerti, butuh pengulangan dan penjelasan lebih. Agar anak tidak merasa bingung dan terbebani oleh banyaknya pekerjaan yg harus ia lakukan.

Jangan lupa hargai usaha yang dilakukan anak. Agar ia tetap semangat mengerjakan pekerjaan yang lainnya. Apapun itu, pembelajaran pada anak harus disesuaikan dengan kehidupan nyata. Karena setiap anak akan dewasa dan juga memainkan peran di kehidupan nyata.