Aspek tumbuh kembang anak perlu diperhatikan agar setiap tahapannya dapat sesuai. Apa sajakah aspek tumbuh kembang anak?

Mengenal 4 Aspek Tumbuh Kembang Anak Usia Dini

Anak adalah aset yang berharga bagi orang tua. Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat bergantung pada orang tua. Anak yang kebutuhannya terpenuhi baik jasmani maupun rohani akan tumbuh dengan baik. Itulah mengapa sangat penting  memperhatikan aspek tumbuh kembang anak. Terlebih lagi, untuk anak usia dini.

Sebagai orang tua, kita perlu tahu tahapan perkembangan anak. Tahapan tumbuh kembang anak adalah tolak ukur untuk memantau kesesuaian perkembangan si kecil. Sehingga orang tua tahu apa saja yang sudah sesuai dan yang perlu dioptimalkan. Secara garis besar, ada 4 aspek perkembangan anak usia dini yang harus diperhatikan:

Motorik

Motorik terbagi menjadi dua, yaitu, motorik kasar dan motorik halus. Secara sederhana, motorik kasar  adalah gerakan tubuh yang melibatkan otot-otot besar. Perkembangan motorik manusia meliputi otot, syaraf dan otak yang berkaitan satu sama lain agar perkembangan motorik menjadi sempurna.

Selanjutnya motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot kecil. Motorik  berkembang seiring dengan kematangan tahapan usia. Motorik kasar berhubungan dengan aktivitas fisik. Sedangkan motorik halus meliputi kontrol dan koordinasi antara satu anggota tubuh dan yang lainnya. Kedua motorik ini merupakan aspek tumbuh kemang anak yang sangat fundamental.

Kognitif

Aspek tumbuh kembang anak selanjutnya adalah kognitif. Menurut Margaet W. Matlin, kognitif adalah proses aktivitas yang melibatkan beberapa jenis kegiatan yang berkaitan dengan mental seseorang. Kegiatan yang terkait antara lain mencari, memperoleh, menyimpan, dan menggunakan ilmu pengetahuan. Penggunaan ilmu pengetahuan diharapkan pada situasi dan kondisi yang tepat.

Aktivitas otak berhubungan dengan kognitif.  Kemampuan kognitif meliputi pengetahuan, ingatan, pemahaman, penerapan apa yang dipahami, analisa dan evaluasi. Semua itu bisa diaplikasikan dalam bentuk kemampuan berbahasa, keterampilan berpikir, Seni dan Sains.

Sosial Emosional

Aspek tumbuh kembang anak yang ketiga adalah sosial emosional. Menurut Santrock, sosial emosional merupakan suatu proses yang dialami individu ketika berhubungan atau berinteraksi dengan individu lain, proses perubahan emosi serta kepribadian.

Perkembangan sosial emosional anak meliputi kemampuan mengontrol diri, kepatuhan, komunikasi, kemampuan mengatasi kebutuhan fisiologis, kemampuan memulai dan merespon tanpa bimbingan, empati, memahami perasaan diri sendiri dan dapat berinteraksi dengan baik.

NAM (Nilai Agama dan Moral)

Sebagai manusia yang beragama, tentu NAM ini harus menjadi salah satu aspek penting dalam pendidikan  anak. Sehingga pengetahuan nilai agama dan moral perlu dikenalkan secara bertahap pada anak sejak dini. Setiap agama tentu memiliki cara beribadah yang berbeda. Oleh karena itu NAM diajarkan sesuai agama yang dianut.

Pendidikan moral mencakup mengenalkan adab pada anak. Kenalkan tentang aturan yang berlaku, adab (tata cara) dalam melakukan sesuatu dan tanamkan nilai-nilai karakter yang baik pada diri anak

Mengetahui aspek tumbuh kembang saja tidak cukup. Masih diperlukan stimulasi pada setiap aspek agar dapat berkembang secara optimal, seperti cara stimulasi motorik kasar, motorik halus, kognitif dan lainnya. Apalagi anak memiliki masa peka pada usia tertentu. Jika saat masa peka anak tidak mendapat stimulasi yang tepat, maka akan butuh usaha lebih mengejar ketertinggalan.